Witanto B. Tarbit
SUAKA; JAKARTA — Para pendiri Ikatan Wartawan Online (IWO) berencana menggelar Silaturahim Nasional (Silatnas) perdana pada tahun 2026. Pertemuan strategis ini akan menjadikan isu keselamatan dan perlindungan jurnalis di lapangan sebagai pembahasan utama.
Sekretaris Pendiri IWO, Witanto B. Tarbit, mengungkapkan keprihatinannya atas masih rentannya posisi para kuli ink di lapangan.
“Perlindungan dan keselamatan wartawan oleh perusahaan media tempat mereka bekerja selama ini terkesan terabaikan. Bahkan, kekerasan yang menimpa wartawan saat menjalankan tugas di lapangan masih kerap terjadi,” ujar Witanto dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2026).
Pria kelahiran Sleman, Yogyakarta, ini menambahkan bahwa forum tersebut rencananya akan dihadiri oleh seluruh pendiri IWO yang berjumlah 18 orang.
“Tidak menutup kemungkinan, para deklarator pendiri IWO serta Ketua IWO periode pertama di daerah juga akan kami undang,” ungkapnya.
Witanto menjelaskan, dorongan untuk menggelar pertemuan ini juga berkaca pada berbagai insiden di lapangan—termasuk insiden tragis yang menimpa sejumlah jurnalis saat bertugas di wilayah rawan bencana.
“Keselamatan dan perlindungan wartawan saat meliput di lapangan akan menjadi tema utama dalam pertemuan nanti. Di samping itu, perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut para wartawan untuk dapat memanfaatkannya secara optimal dan bijak,” paparnya.
Selain isu eksternal profesi, lanjut Witanto, forum ini juga akan mengevaluasi perjalanan internal organisasi IWO yang telah berdiri selama 14 tahun.
“Kita ketahui bersama, IWO didirikan pada tanggal 8 Agustus 2012. Artinya, tahun ini organisasi genap berusia 14 tahun. Sejauh mana perkembangan organisasi ini tentu akan menjadi bahan evaluasi penting bagi para pendiri,” pungkasnya. (Asp; TIM)
