Ketua DPD GARDU Prabowo Kalsel, Aspihani Ideris menilai, penanganan karhutla tidak bisa lagi hanya mengandalkan sumber daya dan anggaran pemerintah daerah semata. Dibutuhkan dukungan penuh finansial dari pemerintah pusat, baik berupa penambahan armada water bombing, personel gabungan, peralatan pemadam terpadu, hingga alokasi pendanaan yang memadai.
SUAKA – BANJARMASIN. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Dukung Prabowo (GARDU Prabowo) Kalimantan Selatan mendesak Pemerintah Pusat untuk segera mengambil langkah konkret serta memberikan bantuan intensif dan finansial yang memadai guna mengatasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas di wilayah Kalimantan, khususnya di 12 kabupaten/kota di wilayah Kalimantan Selatan minus Kota Banjarmasin.
Ketua DPD GARDU Prabowo Kalimantan Selatan, Aspihani Ideris Assegaf, S.A.P., S.H., M.H., menyatakan bahwa krisis karhutla saat ini telah mencapai level yang mengkhawatirkan dan membawa dampak signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat.
“Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan saat ini berdampak sangat luas, mulai dari kerusakan lingkungan, ancaman kesehatan akibat paparan asap pekat, hingga membahayakan keselamatan warga,” tegas Aspihani Ideris Assegaf dalam keterangan tertulisnya kepada sejumlah redaksi media online, Kamis (1/10/2026).
Selain mengancam aspek kesehatan dan lingkungan, kabut asap pekat akibat karhutla juga melumpuhkan aktivitas pendidikan di wilayah tersebut. Sejumlah sekolah dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka atau mengalihkannya ke metode daring guna mengantisipasi risiko gangguan kesehatan pada siswa dan mahasiswa.
GARDU Prabowo Kalsel menilai, penanganan karhutla tidak bisa lagi hanya mengandalkan sumber daya dan anggaran pemerintah daerah semata. Dibutuhkan dukungan penuh finansial dari pemerintah pusat, baik berupa penambahan armada water bombing, personel gabungan, peralatan pemadam terpadu, hingga alokasi pendanaan yang memadai.
“Kami berharap Pemerintah Pusat segera mengintervensi dengan pengerahan bantuan alutsista dan sumber daya pemadaman yang masif, serta tentunya memberikan pendanaan yang berkesesuaian guna mengatasinya. Langkah cepat dan tegas sangat mutlak diperlukan agar dampak buruk karhutla ini tidak semakin mengisolasi aktivitas masyarakat dan merusak ekosistem secara permanen,” pungkasnya. (Adam Mahdi)

