
SUAKA – KOTABARU. Di tengah beragam kesenian yang tampil meriah di Festival Karasminan Banua 2026, budaya bahari Bajau Samah milik Kotabaru justru menjadi yang paling menonjol dan menyabet Juara I Pawai Budaya Nusantara. Kemenangan ini bukan sekadar trofi, melainkan pengakuan bahwa identitas laut Kotabaru adalah kekuatan utama yang membedakannya dari daerah lain.
Kotabaru tak tampil dengan tema umum. Ia mengangkat Pesta Rakyat Selamatan Leut – tradisi khas masyarakat Bajau Samah yang sarat makna syukur dan keharmonisan dengan alam laut. Tema ini menyuguhkan sesuatu yang berbeda, eksotis, dan sangat kental dengan karakter pesisir Kotabaru. Inilah yang membuat penonton dan juri terkesima.
Kepala Bidang Event dan Pertunjukan Disparpora Kotabaru, Rudi Nugraha, S.Sos., M.AP., menegaskan hal menarik lainnya, pembinaan pelaku seni bukan sekadar menjaga tradisi, melainkan strategi nyata untuk menarik wisatawan. Budaya yang hidup dan ditampilkan dengan bangga adalah daya tarik yang tak bisa ditiru daerah lain.
“Dengan semakin dikenalnya budaya khas Kotabaru, diharapkan mampu meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Bumi Saijaan,” ujarnya.

Kemenangan ini membuktikan bahwa keaslian budaya lokal adalah kekuatan terbesar. Saat banyak daerah meniru tren yang sama, Kotabaru justru menang dengan tampil menjadi dirinya sendiri – bangga dengan akar budaya bahari Bajau Samah.
Kemenangan Kotabaru lahir dari keberanian menonjolkan identitas asli budaya laut, bukan meniru tren umum. Tradisi Selamatan Leut yang unik justru menjadi daya tarik utama yang membedakannya dari peserta lain, sekaligus membuktikan bahwa budaya lokal adalah modal terbesar pariwisata daerah. (red)