
Kepala Sekolah SDN Gunung Sari, Ari Hardi Kusmiran, S.Pd., menjelaskan hal tersebut kepada awak media ini di ruang kerjanya, Sabtu (29/8/2026). Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja dikembangkan secara mandiri, bukan mengikuti perayaan umum 17 Agustus, agar lebih mendalam dalam membentuk jiwa merdeka para siswa.

Para siswa tampil memukau dengan busana buatan tangan sendiri dari bahan daur ulang – mulai dari daun kelapa hingga barang bekas yang disulap menjadi pakaian unik dan penuh seni. Kegiatan dilanjutkan dengan fashion show, di mana anak-anak memamerkan kreasi mereka dengan penuh percaya diri.
Penilaian dilakukan dari tiga aspek utama,’Keunikan busana – kreativitas dan pemanfaatan bahan bekas, Sikap dan penampilan – percaya diri, ekspresi, dan gerak, Semangat keikutsertaan – antusiasme dan partisipasi aktif, Para peserta berprestasi diberikan penghargaan dan apresiasi sebagai bentuk dorongan agar terus berinovasi.
Kegiatan ini telah berlangsung sejak 2025 dan terus dikembangkan hingga 2026. Meskipun lokasi sekolah cukup jauh dari pusat kota, antusiasme siswa dan dukungan orang tua sangat luar biasa.
“Kami ingin menanamkan kecintaan terhadap bangsa dan negara, serta membangun mental yang kuat agar mereka lebih giat dan tekun belajar. Harapannya, kelak mereka tumbuh menjadi anak-anak yang mandiri, kreatif, dan bermanfaat bagi Kotabaru,” ujar Ari Hardi Kusmiran, S.Pd.
