
SUAKA – MANGGARAI TIMUR (NTT). Tim gabungan relawan Pertamina Patra Niaga, Pertamina Foundation, dan relawan lokal berhasil menembus lokasi paling terpencil pascagempa di Dusun Watu Hedok, Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur, NTT, Selasa (25/8). Tim ini menjadi pihak pertama yang menjangkau lokasi tersebut, yang sejak awal bencana belum tersentuh bantuan apa pun.
Berjarak sekitar 15 kilometer dari Kecamatan Reok, perjalanan menuju lokasi sangat berat – satu jam melewati jalan berbatu, menyeberangi sungai selebar 100 meter dengan kedalaman setinggi pinggang orang dewasa, lalu menanjak berjalan kaki hingga ke puncak bukit. Di sana, sekitar 45 Kepala Keluarga menanti uluran tangan di tengah kondisi yang sangat memprihatinkan.
Salah satu relawan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Erly Yeniska Hermitasari, menceritakan perjuangan menembus lokasi tersebut.
“Setelah menyeberang sungai, kami harus menanjak lagi berjalan kaki sampai sandal basah hingga kering sendiri di jalan. Ternyata di atas sana ada area landai dengan sekitar 18 bangunan rumah. Posisi rumah mereka membentuk huruf ‘U’, dan di bagian tengahnya dibuatkan tenda darurat bersama untuk anak-anak dan lansia,” ujar Erly.
Relawan membawa bantuan berupa bahan makanan, obat-obatan, terpal, matras, dan perlengkapan bayi yang langsung diserahkan kepada warga yang sangat membutuhkan.
Dusun Watu Hedok dihuni sekitar 45 Kepala Keluarga. Di sana terdapat anak-anak, lansia, serta warga penderita stroke yang membutuhkan penanganan medis segera. Kondisi diperparah dengan gempa susulan yang bisa terjadi kapan saja, serta cuaca ekstrem — siang terik membakar kulit, malam dingin seperti di puncak gunung. Warga bahkan tidak berani tidur di dalam rumah karena takut bangunan roboh tertimpa gempa.
“Bantuan yang masuk ke lokasi perbukitan itu benar-benar baru dari Pertamina. Warga sangat bersyukur dan terharu,” tutur Erly.
Kehadiran tim Pertamina disambut haru warga. Salah satu warga, Rudoltus Wol, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam.
“Pertamina betul-betul peduli dengan kami yang sedang tertimpa musibah saat ini. Puji Tuhan, atas kedatangan Ibu dan Bapak ke sini, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan. Baru tim dari Pertamina Posko Reo yang bisa muncul dan sampai ke tempat kami,” ungkap Rudoltus.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa keberhasilan relawan menjangkau daerah terpencil ini adalah wujud komitmen kuat perusahaan untuk hadir di tengah masyarakat pada situasi krisis, memastikan bantuan merata hingga ke pelosok.
“Pertamina Patra Niaga tidak hanya fokus mengamankan ketahanan energi nasional, tetapi juga sigap bertindak dalam penanggulangan bencana kemanusiaan. Kami berkomitmen untuk terus bergerak cepat, menerjang medan tersulit sekalipun, demi mendampingi dan meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tegas Kitty. (red)