
SUAKA – KOTABARU. Musim kemarau berkepanjangan akibat pengaruh El Niño mendorong Pemerintah Kabupaten Kotabaru segera mengambil langkah-langkah antisipasi. Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memanfaatkan bekas lubang tambang sebagai titik sumber air baku tambahan guna mengatasi penurunan pasokan air.
Wakil Ketua DPRD Kotabaru sekaligus Ketua Komisi II, Awaluddin, S.Hut., M.M., menyampaikan bahwa pengawasan tetap diperketat agar pendistribusian air berjalan adil, dengan sistem bergilir satu hingga dua hari sekali. Kondisi saat ini jauh lebih tertib dibanding sepuluh tahun lalu, saat warga harus membeli air secara mandiri. Namun upaya pemenuhan kebutuhan air terus didorong menuju solusi yang lebih berkelanjutan.
Dua arah penyelesaian sedang diupayakan, Rehabilitasi Embung Gunung Bahalang – Diusulkan segera direaktivasi dan diperbaiki. Waduk ini sudah memiliki investasi miliaran rupiah, sehingga dinilai lebih efisien untuk dimanfaatkan kembali. ucapnya, Senin (10/8/2026).
Pembangunan Embung Gunung Seratak, Secara topografi lokasinya cukup sulit, memerlukan sistem pemompaan dan saluran menuju wilayah Tirawan dengan biaya sangat besar. Oleh karena itu, rencana ini diusulkan sepenuhnya dibiayai melalui anggaran kementerian pusat, bukan APBD.
Ke depannya diharapkan: pembenahan manajemen PDAM agar air tetap mengalir dengan kualitas terjaga; prioritas pada rehabilitasi Gunung Bahalang; serta dukungan masyarakat untuk lebih hemat menggunakan air selama musim kemarau berlangsung, Pungkasnya. (red)
Dibaca 16 kali.