
SuaraKalimantan.com, Palangka Raya
Peristiwa heroik yang dirayakan pada 10 November 2021 ini tentunya mengingatkan kita semua pada sebuah peristiwa untuk memperingati “Hari Pahlawan Indonesia”. Setelah dikumandangkannya Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
Kondisi Indonesia masih belum stabil, hal ini dapat terlihat dari masih adanya pertempuran kecil antara rakyat Indonesia dengan berbagai Tentara Asing yang masih tinggal di Indonesia saat itu.
Dengan semangat merintis untuk memperjuangkan dan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut, tentuanya perjuangan tersebut tidak lepas dari Para Pemuda-Pemudi Indonesia dari berbagai kalangan Suku maupun latar Agama beserta Aliran Kepercayaan yang ikut serta berjuang Memperjuangkan Kemerdekaan dan Mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Para Pemuda-Pemudi Indonesia tersebut datang dari berbagai latar belakang Agama Islam, Agama Kristen Khatolik, Agama Budha, Agama Hindu, Agama Khonghuchu/Tionghoa.

Praktisi Hukum dan juga Politisi Kader Muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalimantan Tengah Nashir Hayatul Islam memaparkan bahwa para pemuda-pemudi saat itu dari berbagai Kalangan Agama dan Latar Belakang Ormas Agama Islam yang ikut andil dan bersatu padu untuk memperjuangkan dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.
Menurut catatan sejarah hanya ada 5 Ormas Islam yang aktif dan ikut andil dalam Memperjuangkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia, yaitu : 1). Nahdlatul Ulama (NU), 2). Muhammadiyyah, 3). Ahmadiyah, 4). Persatuan Islam (Persis), dan 5). Serikat Islam (SI).
Dari NU sebagai Ormas Islam Ke-1, lahirlah 9 orang Pahlawan Nasional, yaitu : 1).KH.M.Hasyim Asy’ary, 2).KH.Abdul Wahid Hasyim, 3).KH.Zainul Arifin, 4).KH.Zainal Musthafa, 5).KH.Idham Chalid, 6).KH.Abdul Wahab Chasbullah, 7).KH.As’ad Syamsul Arifin, 8).KH.Syam’un dan 9).KH.Masjkur.
Sedangkan dari Kalangan Muhammadiyyah sebagai Ormas Islam-2 ada 15 orang yang tercatat sebagai Pahlawan Nasional, yaitu : 1).KH.Ahmad Dahlan, 2).Ny.Siti Walidah, 3).Ir.Soekarno, 4).Fatmawati Soekarno, 5).Jenderal Soedirman, 6).KH. Mas Mansur, 7).Ir.Juanda, 8).Buya Hamka, 9).KH.Fakhruddin, 10).Gatot Mangkupraja, 11).Ki Bagus Hadikusumo, 12). A.R.Baswedan, 13).Kasman Singodimedjo, 14).Nani Wartabona, dan 15).Abdul Kahar Muzakkir.
Selanjutnya 7 orang Pemuda Ahmadiyyah sebagai Ormas Islam Ke-3 yang ikut serta dalam Mempertahankan dan Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia, yaitu : 1).Wage Rudolf Soepratman (Pencipta Lagu Kebangsaan Indonesia Raya), 2). Arief Rahman Hakim (Pahlawan Ampera), 3). Raden Muhammad Moehyiddin (Sekretaris HUT RI Pertama yang Gugur & diculik Tentara Sekutu Belanda), 4). Mln.Sayyed Shah Muhammad Jaelani (Pahlawan Kemerdekaan Indonesia), 5).Entoy Muhammad Toyyib (Pahlawan Kemerdekaan Indonesia), 6). Mr.Sjarifuddin Prawiranegara (Pahlawan Kemerdekaan Indonesia/Perdana Menteri RI. 7). Raden H.O.S Tjokroaminoto (Pahlawan Perintis Kemerdekaan.
Begitu juga dan 5 orang Pemuda adalah pemuda menjadi Pahlawan yang mengisi Kemerdekaan RI, yaitu : 1).Haji Suhadi (Pencipta Lagu Hymne UIN / IAIN Indonesia), 2). Olich Solihin , 3).Tutang Jamaluddin (Pahlawan Piala Thomas I Tahun 1958 & 1964), 4). Dr.Ir.A.Qoyum Tjandranegara, Ing.Ec,SE (Pahlawan Penemu Gas Bumi & Gas Elpiji Indonesia), dan 5). Zibali Hisbul Masih (Pahlawan Energi Migas BBM Satu Harga Se-Indonesia).
Ormas Islam Ke-Empat bernama Persatuan Islam atau lebih dikenal dengan nama PERSIS, juga melahirkan 7 orang Pahlawan yang ikut serta dalam memperjuangkan dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia, yaitu : 1). H.Zamzam, 2). H.Muhammad Yunus, 3). Mohammad Natsir, 4). KH.Muhammad Isa Anshary, 5). KH.Endang Abdurrahman, 6). KH.Abdul Latief Muchtar, 7). KH.Ahmad Hasan.
Dan Ormas Islam yang kelima yang ikut serta memperjuangkan dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia adalah Serikat Islam (SI), ada 2 orang Tokoh Serikat Islam yang menjadi Pahlawan Kemerdekaan Indonesia, yaitu : 1). KH.Agus Salim & 2). Abdul Muis.
Dari kalangan Umat Kristen Khatolik para Pemuda & Pemudi dari Sabang sampai Merauke tak kalah ketinggalan ikut serta dalam ikut serta berpartisipasi memperjuangkan dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia, ada sekitar 31 orang, yaitu : 1). Agustinus Adisucipto, 2). Alexander Andries Maramis, 3). Bernard Wilhelm Lapian, 4). Tcilik Riwut, 5). Donal Izacus Panjaitan, 6). Ferdinand Lumbantobing, 7). Frans Kaisepo, 8). Herman Johannes, 9). Izaak Huru Doko, 10). Jamin Ginting.
11). Johanes Abraham Dimara, 12). Johanes Leimena, 13). Karel Satsuit Tubun, 14). Ignatius Joseph Kasimo, 15. Lambertus Nicodemus Palar, 16). Jhon Lie, 17). Maria Walanda Maramis, 18). Martha Christina Tiahahu, 19). Marthen Indey.
20). Kapten Pattimura, 21.Pierre Tendean, 22). Robert Wolter Monginsidi, 23). Sam Ratulangi, 24). Silas Papare, 25). Slamet Riyadi, 26). Albertus Sugiyapranata, 27). Sugiyono Mangunwiyoto, 28). Tahi Bonar Simatupang, 29). Urip Sumiharjo, 30). Wilhelmus Zakaria Johannes, 31).Yos Sudarso.
Dari Umat Hindu Indonesia ada 10 orang Pemuda yang telah menjadi Pahlawan Nasional Indonesia, yaitu : 1).Raja Mulawarman, 2). Raja Purnawarman, 3). Raja Sanjaya, 4). Raja Airlangga, 5). I Gusti Ketut Jelantik, 6). I Gusti Ketut Puja, 7). I Gusti Ngurah Made Agung, 8). I Gusti Ngurah Rai, 9). Ida Anak Agung Gede Agung, dan 10). Untung Surapati.
Kemudian dari kalangan Umat Budha terdapat 5 orang Pemuda-Pemudi yang telah menjadi Pahlawan Nasional Indonesia, yaitu : 1). Raja Balaputradewa, 2).Ratu Sima, 3). Jenderal Gatot Subroto, 4). Brigjend.Soemantri MS, 5). Raden Adjeng Kartini (yang dikemudian menjadi Pemeluk Agama Islam).
Sedangkan dari kalangan Umat Khonghucu / Tionghoa terdapat 6 orang Pemuda yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia, yaitu : 1). Laksamana Muda Daniel Dharma, 2). Yap Tjwan Bing Twan Bing, 3). Djaw Kie Siong Djaw Kie Siong, 4). Letnan Kolonel Ong Tjong Bing, 5). Oei Tjong Hauw (Anggota BPUPKI), 6). Sersan Mayor Djoni Matius (Djoni Liem).
Berdasarkan data sejarah Indonesia yang tercatat diatas, sudah jelas tentunya Para Pahlawan Indonesia dari berbagai kalangan dan berlatar belakang Agama, Aliran Kepercayaan, Suku maupun Adat Istiadat yang senantiasa ikut serta Merintis, Memperjuangkan dan Mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia Tanah Air Tercinta kita ini untuk tujuan yang mulia yaitu hidup dengan damai dan sejahtera diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan bingkai Pancasila sebagai Pelindung Konstitusi Republik Indonesia.
“Kita sebagai Generasi Muda-Mudi Indonesia saat ini di Era Milenialisasi setidak-tidaknya mempersembahkan keilmuan dan keahlian kita untuk Kemajuan Bangsa Indonesia, sehingga kita dimasa yang akan datang akan menjadi Pahlawan-Pahlawan Negara Indonesia dengan keahlian dan keilmuan dibidang kita masing-masing,” Nashir mengakhiri obrolannya pada Kamis (11/11/2021).
Yohanes Eka Irawanto, SE