
Foto : H. Rusli redakan Anggota Dewan yang lagi memanas

SUAKA – MARTAPURA. Usulan hak angket yang dicetuskan oleh sembilan anggota DPRD Banjar yang cukup menghangatkan suhu politik di Kabupaten Banjar akhirnya disidangkan dalam Paripurna DPRD Banjar pada penyampaian hasil investigasi hak angket yang baru saja selesai digelar. Namun usai paripurna berlangsung tiba-tiba saja berubah ricuh, Rabu (6/6/2018)
Kenapa tidak, usai paripurna dewan tersebut terjadi sebuah insiden yang membuat Ketua Panitia Hak Angket H Akhmad Rozani Himawan Nugraa bersitegang dengan Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Banjar Haris Rivani.
Kronologisnya, Ketua Panitia Khusus Hak Angket, Ahmad Rizani dalam rapat paripurna itu membacakan hasil pemeriksaan dengan memanggil beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banjar. Namun, diam-diam satu ASN, yakni Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar, Abdul Haris sangat terganggu dengan laporan yang dibacakan oleh Ketua Pansus Hak Angket DPRD Banjar.
Usai Paripurna, tiba-tiba saja, keduanya tampak adu mulut yang pada akhirnya membuat beberapa anggota dewan naik darah. Namun berkat kesigapan beberapa anggota dewan dan aparat yang ada di gedung dewan tersebut akhirnya dapat melerai dan membawa pergi Haris Rivani menjauh dari rumah rakyat tersebut.
Saat hendak ditanya tentang insiden yang terjadi Haris malahan mengucapkan kata-kata yang sulit dimengerti. “Ini bukan Haris. Ini bukan Haris,” ucapnya.
Dalam insiden tersebut, terlihat beberapa anggota dewan tampak naik pitam. Namun, Ketua DPRD Banjar H Rusli berhasil meredamnya. “Sudah-sudah semuanya jangan dilanjutkan lagi,” kata H Rusli menenangkan situasi yang cukup memanas.
Diketahui, ternyata Rozani tidak terima dengan ucapan bernada ancaman yang dilontarkan oleh Haris Rivani kepada dirinya.
Menurutnya, hasil angket disampaikan di forum paripurna bukan dari hasil keterangan pribadi. Ini adalah hasil pemeriksaan orang-orang ASN selama Pansus Hak Angket bertugas.
Justru malahan ada oknum yang bersalaman kepadanya dengan mengucapkan hati-hati. Rozani menyimpulkan ucapan itu termasuk ancaman kepada anggota DPRD Banjar. “Itu maksudnya apa. Salaman lalu menyampaikan Hati-Hati kamu ya dan ingat sama saya. Ini tidak sama saya saja tetapi dengan pak Ismail, pak Hairudin juga begitu. Apakah ini tidak termasuk ancaman,” ucap nya seraya bertanya balik kepada wartawan. (TIM)