suarakalimantan.com; BANJARBARU — PT Hutan Rindang Banua (HRB) memperkuat sarana pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pembangunan tiga titik sumur bor. Fasilitas ini dipersiapkan untuk menjamin ketersediaan sumber air bagi penanganan awal dan pemadaman di kawasan lahan gambut rentan, Kurnia Gunung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Penyerahan bantuan strategis ini dihadiri langsung oleh Direktur PT Hutan Rindang Banua, Nurhadi Purwanto, M.M., bersama Direktur Pengendalian Kebakaran Lahan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Drs. Dasrul Caniago, M.M., M.E., M.H.
Kehadiran lintas unsur ini menegaskan pentingnya kolaborasi pentahelix antara pemerintah, pelaku usaha, petugas lapangan, dan masyarakat dalam mengawal mitigasi karhutla sejak dini.
Direktur PT Hutan Rindang Banua, Nurhadi Purwanto, M.M., menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat, khususnya dalam menghadapi musim kemarau dengan risiko kebakaran yang tinggi.
“Sumber air yang lebih dekat dengan kawasan gambut akan sangat membantu petugas melakukan penanganan awal secara cepat sebelum api meluas. Fasilitas ini tentu perlu didukung dengan pemeriksaan sarana, kesiagaan pompa dan selang, serta koordinasi yang kuat di lapangan,” ujar Nurhadi.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Pengendalian Kebakaran Lahan KLH/BPLH, Drs. Dasrul Caniago, M.M., M.E., M.H., menekankan bahwa pencegahan tidak boleh menunggu hingga api telanjur membesar. Pihaknya mendorong agar sarana pengendali karhutla yang ada dipastikan selalu berfungsi optimal.
“Pemeriksaan berkala, kejelasan penanggung jawab, akses menuju sumber air, serta pelibatan masyarakat adalah kunci utama membangun sistem pengendalian karhutla yang efektif,” tegas Dasrul di sela-sela peninjauan.
Selain infrastruktur sumur bor, HRB turut menyerahkan bantuan suplemen kesehatan bagi para personel Manggala Agni dan tim pengendali karhutla. Langkah ini diambil sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi fisik petugas yang harus berjibaku di lapangan di tengah cuaca panas dan medan gambut yang menantang.
Melalui sinergi ini, HRB berharap fasilitas sumur bor dan kesiapan sumber daya manusia dapat terintegrasi secara optimal untuk melindungi kawasan gambut Kurnia Gunung Damar. Masyarakat di sekitar lokasi juga diimbau untuk konsisten tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta proaktif melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau kepulan asap sekecil apa pun.
Jurnalis: Vina Astalina Assegaf
