
Berbeda dengan pelantikan sebelumnya yang dilaksanakan di ruang tertutup Kantor Desa, kali ini acara digelar di ruang terbuka dan mengharuskan seluruh ketua RT terpilih mengenakan pakaian adat masing-masing. Hal ini dilakukan agar warga dapat menyaksikan langsung prosesi pelantikan, sekaligus mengabadikan momen berharga tersebut.
Kepala Desa Rampa Lama, Syamsir Alam, menjelaskan makna mendalam di balik konsep ini:
“Kami sengaja memilih beragam busana adat, bukan hanya satu jenis saja. Desa Rampa Lama terdiri dari beragam etnis: Suku Banjar, Jawa, Bugis, hingga Bajau. Ini adalah cerminan nyata keberagaman budaya Nusantara yang hidup berdampingan dengan damai di desa kita,” ujarnya.
Syamsir menambahkan, keberagaman ini menjadi kekuatan utama desa. Selama masa jabatannya, belum pernah terjadi konflik antar suku, dan momen pelantikan hari ini menjadi bukti persatuan yang kokoh tersebut.

“Kami sudah mempersiapkan acara ini berhari-hari. Harapan kami, seluruh ketua RT yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, mengemban tugas dengan penuh tanggung jawab, dan terus menjaga persaudaraan di tengah keberagaman yang ada,” tambahnya.
