
SUAKA – MARTAPURA. Menurut Sumber koranbanjar, tersiar kabar bahwa Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo akan berhadir pada kegiatan Khaul ke 13 Guru Sekumpul, KH Muhammad Zaini Abdul Ghani di Komplek Arraudah, Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, pada 25 Maret 2018 mendatang.
Namun kabar itu diluruskan oleh Relawan Khaul Guru Sekumpul yang kebetulan punya hubungan kekerabatan dzuriat Datuk Kelampayan, Fauzan Asniah.
Menurut dia, siapa pun boleh untuk berhadir mengikuti Khaul Guru Sekumpul, akan tetapi perlakuan panitia pelaksana terhadap siapa pun yang berhadir tidak berbeda seperti jamaah pada umumnya. “Saya mempersilakan siapapun untuk datang ke acara Khaul Abah Guru Sekumpul, baik itu pejabat, tokoh ulama, masyarakat maupun bapak presiden. Hanya saja, panitia tidak dapat mengikuti prosedur atau protokoler pejabat saat berhadir di acara Khaulan,” ucapnya.
Fauzan menambahkan, jika pejabat, publik pigur atau presiden ingin berhadir dengan berbagai aturan protokoler itu dikhawatirkan dapat membuat pihak pengamanan presiden juga kerepotan. “Seperti diketahui, jemaah haul yang biasanya berhadir ‘kan tidak sedikit. Kalau pejabat hadir dengan aturan protokoler, sulit mengatur keadaan yang berlangsung di acara Khaul. Kecuali hadir seperti jamaah lainnya,” ungkap dia.
Sebaliknya, imbuh Fauzan Asniah, jika presiden berhadir dengan aturan protokoler, tentu akan membuat panitia sangat kesulitan menyesuaikan aturan protokoler dengan gelombang jamaah yang datang ke acara Khaul tersebut.
Sebagaimana diketahui, pelaksanaan Khaul Guru Sekumpul seperti tahun-tahun sebelumnya telah melibatkan semua pihak dalam melakukan persiapan. Mulai dari pengaturan jalur lalu lintas, pelayanan kesehatan, pengamanan hingga urusan konsumsi.
Lebih-lebih memperhatian gelombang jamaah yang berdatangan silih berganti dengan jumlah yang tidak sedikit, baik beberapa hari sebelum kegiatan maupun beberapa hari setelah kegiatan haul dilaksanakan.
Hal itu terjadi di semua jalur atau jalan menuju Komplek Arraudhah Sekumpul, maupun sebaliknya setelah Khaul berlangsung. Hampir seluruh akses jalan “tersumbat” oleh banyak nya jemaah yang hadir. ***