



SUAKA – BANJARMASIN. Seorang pemuda pengangguran bernama Rahmatullah nekat disiang bolong (Senin, 22/12/2014) menjambret ibu muda bernama Normilawati, SE, SH yang diketahui istri seorang pengacara dan juga tokoh aktivis pergerakan di Kalimantan Selatan.
Nasib sial di alami oleh Rahmatullah, upayanya melakukan penjambretan di jalan AMD Pemurus Dalam Banjarmasin tidak berjalan mulus, pasalnya ia tertangkap dan dihakimi massa hingga babak belur serta motornyapun lodes dibakar massa.
Pantauan awak media ini, selain sepeda motornya dibakar dan bersangkutan sempat dipukuli puluhan massa, Rahmatullah yang diketahui seorang penjambret inipun juga dirinya hampir dibakar massa, namun sangat beruntung suami ibu muda Normilawati (26 Tahun) yang di jambret itu datang menyelamatkan nyawa Rahmatullah (penjambret).
“Untung suami mbak Mila (red Aspihani Assegaf) cepat datangnya, sehingga dapat mengamankan penjambret, karena selain memukuli, massa pun sepakat mau membakar hidup-hidup penjambret itu mas…. Alhamdulillah dengan beraninya suami mbak Mila (Normilawati) langsung menahan massa, bahkan suami mbak Mila itu sempat puluhan kali kena pukulan massa demi menyelamatkan nyawa penjambret, bahkan ada saja orang mengira bahwa suami mbak Mila itu adalah temannya si penjambret. Untung-untung banaaar laki sidin datang, Caka laki sidin lambat 5 menet haja datang bisa mati jambretnya, ini haja sampai pina linyak di pukuli buhannya. Suami mbak Mila itu berhati malaikat, coba bayangkan, mana ada bininya sendiri di jambret orang, malahan nang laki menyelamatkan nyawa penjambretnya, dasar bahati malaikat jua sidin tuh (red ucapan bahasa Banjarnya)” ujar salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.
Penjambret itu diketahui bernama Rahmatullah (29 Tahun) warga Kertak Hanyar jalan Pemurus belakang rumah makan Jakarta Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, sebelum diserahkan ke Polsek Banjarmasin Selatan, penjambret itu babak belor di hajar masa bahkan hampir di bakar hidup-hidup.
Menurut seorang warga lainnya lagi yang enggan namanya disebutkan menjelaskan bahwa penjambret itu lari dari kejaran seorang ibu muda yang diketahui bernama Normilawati, SE, SH (26 Tahun) yang pada saat itu berbonjengan dengan seorang anak belitanya Syarifah Villa Garneta Assegaf (2,9 bulan) anak dari ibu muda tersebut.
“ibu muda itu sambil berteriak tolong, tolong, tolong, jambret, jambret, jambret dan ibu muda itu langsung membelukanan motornya dengan kecepatan tinggi ke komplek Pemurus Indah jalan AMD, nah disaat ibu muda tersebut berhenti, dari situ kami menanyakan kepada ibu muda itu, mana jambretnya dan siapa yang dijambret?. itu yang masuk ke komplek ini dan saya yang dijambretnya kata ibu muda menuturkan kepada kami,” tukas seorang ibu tua yang namanya minta tidak disebutkan.
Dari keterangan ibu muda itu lanjutnya, spontanitas warga komplek langsung memblokir jalan masuk ke komplek Pemurus Indah dengan membentangkan kursi panjang, karena kami mengetahuinya bahwa komplek Pemurus Indah ini buntu tidak ada jalan menembus kejalan lainnya. Tepat perkiraan kami tidak berselang lama ada seorang pengendara laki-laki keluar dari komplek Pemurus Indah naik sepeda motor dengan kecepatan tinggi, dan pengendara yang diketahui seorang penjambret itu dengan cepatnya mau menabrak ibu muda (Normilawati) yang di jambret tadi beserta anak belitanya (Villa Garneta Assegaf), beruntung ibu muda tersebut dapat menghindar dan pengendara yang diketahui seorang penjambret itu menabrak seorang anak perempuan warga setempat (9 Tahun) dan akhirnya jatuh pada saat itu juga.
Nah dari situlah massa yang menghadang penjambret dan langsung menghakimi dengan ramai-ramai menggebokinya, bahkan massa mau membakarnya hidup-hidup, beruntung suami ibu muda itu menyelamatkannya, seraya menunjuk ke seorang laki-laki yang di ketahui bernama Aspihani Assegaf.
Awalnya si penjambret tidak mengaku bahwa dia pelaku penjambretnya, namun akhirnya setelah digeboki puluhan massa, dia mengakui, bahwa dialah yang menjambret ibu muda yang diketahui istri dari seorang pengacara muda dan juga tokoh aktivitas senior Kalimantan berinisial AA dan juga seorang pimpinan tertinggi dari LSM Lembaga Kerukunan Masyarakat (LEKEM) Kalimantan.
“Ketika itu massa yang membabi buta menggeboki si penjambret semakin banyak, dan beruntung suami ibu muda yang dijambret itu cepat datang dan berhati mulia dengan secepatnya menelponi polisi, akhirnya polisi datang dan mengamankan penjambret tersebut walaupun muka penjambret itu mengalami penyok yang cukup berat akibat dihakimi massa, dan massa pun belum puas, pada akhirnya sepeda motot milik penjambret itu dibakar masa dan jika suami Bu Mila dan polisi tidak cepat datang bisa dipastikan penjambret itupun akan dibakar massa”, jelas warga yang enggan disebutkan namanya tersebut.
Menurut Normilawati (korban penjambretan) saat di konfirmasi, bahwa ia datang berbelanja kebutuhan dapur di daerah pasar Kertak Hanyar, “sepulang dari pasar Kertak Hanyar saya mampir di depan SDN Pemurus Dalam 1 / samping kantor Kelurahan Pemurus Dalam membeli buah Mangga, nah sepulangnya saya menuju rumah tepat di depan perumahan Permata Regency Pemurus Dalam saya dipepet seorang laki-laki dari sebelah kiri dan dompet yang saya taruh di depan box stibeng motor saya langsung di embat pemuda penjambret itu”, ujar wanita kelahiran Banjarmasin 26 Mei 1989 ini bercerita kepada sejumlah awak media.
Nah dari situ spontanitas saya langsung mengejar sambil berteriak minta tolong ke masyarakat bahwa saya di jembret orang dengan berteriak tolong, tolong, tolong, jambret, jambret, jambret, namun saya merasa sangat aneh warga yang mendengar teriakan saya seakan acuh saja, dan dalam pengejaran tersebut saya sempat dua kali ditendangnya dan beruntung saya tidak jatuh, akhirnya sekitar 1 kelometer pengejaran saya sesampainya di depan komplek Pemurus Indah warga disana menanyakan kesaya, ada apa bu dan siapa yang di jambret? langsung saya jawab bahwa saya dijambret orang yang lari masuk ke komplek ini, spontan warga langsung membloker jalan masuk komplek, akhirnya penjambret itu ditangkap warga, ungkap karyawan Kimia Farma, yang diketahui juga alumni STIE Pelita Bangsa Bekasi menjelaskan perkara penjambretan dirinya di kantor Polsek Banjarmasin Selatan.
Kapolsek Banjarmasin Selatan Kompol Sarjono melalui Reskrim Ipda Sugianto membenarkan telah mengamankan seorang penjambret bernama Rahmatullah (29 Tahun). Pelaku telah menjambret seorang ibu muda bernama Normilawati (26 Tahun) warga Teluk Kelayan Gang Sejarah Bakti Banjarmasin Selatan.
Pelaku sudah kami amankan dan dikenakan pasal 363 jo pasal 365 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. Pelaku malam ini juga di amankan di rutan Polresta Banjarmasin Selatan untuk diperiksa lebih lanjut guna mempertanggung jawabkan kejahatannya. Saat itu beruntung pelaku cepat kami amankan sebelum masyarakat bertindak lebih lagi dan sepeda motor pelaku dibakar massa yang sudah brutal, ujar Ipda Sugianto kepada wartawan.
Di konfirmasi ke Rahmatullah (penjambret) mengaku sangat menyesal telah melakukan penjambretan ini, “ini pertama kalinya saya lakukan, disaat itu saya dalam keadaan mabok dan kebetulan saya tidak mempunyai uang. Disaat saya tertangkap warga, saya dipukuli masa bahkan saya mau di bakar hidup-hidup, beruntung suami mbak Mila datang di sana, sehingga saya diselamatkannya,”.
‘Alhamdulillah’ suami mbak Mila menyelamatkan nyawa saya, saya tobat tidak akan melakukan perbuatan menjambret ini lagi, ucapnya lirih.
“Awalnya saya tergiur menjambret ibu muda itu, karena melihat kesempatan yang saya anggap tepat menjambretnya, karena saat itu ibu muda itu berboncengan bersama anak perempuan belitanya dan saya kira tindakan saya itu tidak dikejar, namun perkiraan saya salah, ternyata saya dikejar ibu muda itu hingga saya tertangkap massa dalam pelarian dari kejarannya, ucap Rahmatullah”.
Alhamdulillah nyawa saya masih selamat dan diselamatkan oleh suami dari ibu muda yang saya jambret, “saya sangat menyesal, dan terimakasih pak (suami ibu Mila) yang telah menyelamatkan nyawa saya. Padahal saya sudah berbuat salah terhadap istri bapak,” ucapnya Rahmatullah lirih.
Ini saya di kasih banyak buah-buahan oleh suami mbak Mila sendiri, padahal istrinya saya jambret, kok malahan beliau ngasih air minum dan banyak buah-buahan buat saya. “Terbuat dari apa hati beliau? Ulun taubat kada berani lagi melakukan perbuatan-perbuatan jahat,” tukasnya. (h@tim)
