Palangka Raya,-
Dinas Perkebunan (Disbun) Kalimantan Tengah (Kalteng), terus menggulirkan berbagai inovasi, guna memperkuat pembangunan sektor perkebunan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Perkebunan Kalteng, H Rizky R Badjuri, menyampaikan, pihaknya kini memfokuskan 2 program utama, yakni mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengelolaan komoditas kakao, serta menghadirkan aplikasi daya kerja, yang menghubungkan masyarakat dengan perusahaan perkebunan.
“Kami ingin menumbuhkan minat dan kepedulian pemuda terhadap sektor perkebunan, khususnya kakao, sehingga keberlanjutan pengelolaan dapat terjaga di masa mendatang,” ucap Rizky melalui aplikasi WhatsApp.
Ia menjelaskan, kakao memiliki potensi besar sebagai komoditas unggulan yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi. Karena itu, keterlibatan pemuda dinilai sangat penting, agar sektor ini tidak kehilangan penerus.
Selain itu, lanjut Rizky, pihaknya juga tengah memperkenalkan aplikasi daya kerja, yang menjadi instrumen penting untuk membuka akses lebih luas bagi masyarakat, dalam memperoleh pekerjaan disektor perkebunan.
“Adanya aplikasi ini, masyarakat dapat memperoleh peluang kerja lebih luas. Potensi generasi muda bisa diarahkan untuk mengisi berbagai posisi, mulai dari staf, humas, hingga asisten manajer dan bahkan manajer pada saatnya,” jelasnya.
H. Rizky juga mengatakan, langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran, dan Wakil Gubernur Kalteng, H Edy Pratowo, yang menekankan pentingnya pemberdayaan generasi muda, serta penciptaan lapangan kerja baru.
“Harapan kami, inovasi ini dapat menjembatani kebutuhan perusahaan, dan potensi masyarakat, sehingga tercipta hubungan yang saling mendukung. Dengan demikian, sektor perkebunan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberi dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat,” pungkas Kepala Dinas Perkebunan Kalteng, H Rizky R Badjuri, pada hari Selasa (09/09/2025). (Eko).
