Tokoh Muda Kalsel ini Sayangkan Anang Rosadi Tak Masuk DCT Partai Nasdem

Print Friendly, PDF & Email
Wahyu Anwaris Syahadat, MA (foto redaksi dok. suarakalimantan.com)

suarakalimantan.com; Banjarmasin| TAK masuknya tokoh aktivis senior Kalimantan Selatan dalam daftar calon tetap (DCT) DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Kalsel 1 disayangkan oleh sejumlah pihak. Tidak terkecuali, tokoh muda Kalimantan Selatan, Wahyu Anwaris Syahadat, MA menilainya pencukilan nama anak dari tokoh pers banua Anang Adenansi ini di nilainya adalah sebuah perbuatan zalim yang ingin menghabisi dari tonjakan karirnya.

“Kami sangat mengenal dengan baik siapa sebenarnya Anang Rosadi. Beliau adalah aset Banua, beliau ini sangat kritis disaat memperjuangkan aspirasi masyarakat Kalimantan Selatan,” kata Wahyu panggilan akrabnya Wahyu Anwaris Syahadat, MA kepada wartawan, Minggu (5/11/2023).

Menurut Wahyu, perbuatan DPP Partai NasDem yang asal copot dengan tidak dilandasi dengan dasar yang kuat adalah sebuah perbuatan zalim. Apalagi kata Wahyu disaat penggantian Caleg, pihak Partai NasDem tidak ada sama sekali memberitahu kepada Anang Rosadi.

Sebelumnya, ucap Wahyu yang merupakan salah satu pengurus LSM Lembaga Kerukunan Masyarakat (LEKEM) Kalimantan ini, nama Anang Rosadi sudah masuk dalam daftar calon sementara untuk nomor urut 4 pada Partai NasDem di daerah pemilihan Kalimantan Selatan 1.

Baca Juga:  Rabby, Siap Mengawal Daerah Otonom Baru (DOB) Yakni Tanah Kambatang Lima

“Kita tau semua dalam daftar calon sementara nama Muhammad Rifqinizamy Karsayuda tidak tercantum. Diketahui Rifqi mundur sebagai Anggota DPR RI dan kader PDI-P, anehnya disaat DCT namanya baru terlihat di bawah naungan Partai NasDem dengan menempati nomor urut 5 di dapil yang sebelumnya ditempati Anang Rosadi,” cecernya.

Terpisah, Anang Rosadi mengatakan, dirinya merasa di zalimi didepak sebagai calon tetap dari Partai NasDem pada daerah pemilihan Kalsel 1.

“Sepertinya mereka ketakutan saya ikut mencalonkan diri sebagai calon DPR RI ini. Mengapa dan ada apa?,” tutur Anang Rosadi, Minggu (5/11/2023).

Padahal kata Anang, dirinya setiap kegiatan NasDem tak pernah terlewatkan. “Lima bulan lalu, saya mengikuti orientasi pelatihan caleg di Jakarta. Bahkan saya menerima penghargaan membuat yel yel Nasdem,” ujarnya.

Sejatinya, Anang merasa persaingan dalam dunia politik merupakan hal biasa. Tapi yang dia sesalkan, pergeseran tersebut tanpa pemberitahuan sebelumnya. Bahkan, menurutnya, tidak ada pembicaraan dari parpol.

“Jika diberitahu sebelumnya, saya kan bisa mencari parpol lain untuk mencalon,” katanya.

Baca Juga:  Uluran Tangan Yayasan Haji Maming, Pada Korban Banjir Kusan Tengah Tanbu

Tak sampai di situ. Anang juga menilai parpol besutan Surya Paloh tidak sesuai dengan jargonnya bernada memberantas korupsi dan perubahan.

“Sejak dulu saya merupakan orang yang anti korupsi dan ingin adanya perubahan. Saya ingin merealisasikan hal itu dengan menjadi calon legislatif,” ujarnya.

Tak hanya begitu, Anang Rosadi pun menegaskan dirinya akan melakukan langkah hukum demi mencari keadilan.

“Saya sudah sepakat dalam melakukan langkah hukum akan didampingi para Advokat dari P3HI, sebuah organisasi advokat yang terlahir di Kalimantan Selatan,” tukasnya. (red)





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top