Parpol Hanyalah Perahu, Teliti Coblos Caleg Untuk Kepentingan Masa Depan

Print Friendly, PDF & Email
Ilustrasi

Oleh : Irianto (Bagas)

PEMILIHAN Umum (Pemilu) tahun 2009 Anggota DPR, Anggota DPD, serta anggota DPRD pertama kalinya dilaksanakan dipilih oleh rakyat dengan sistem proporsional terbuka dengan perhitungannya didasarkan pada sejumlah daerah pemilihan, dengan peserta pemilu adalah partai politik. Dalam sistem ini, pemilih memiliki kebebasan untuk memilih calon yang dianggap paling sesuai dengan preferensi politiknya, baik calon dari partai politik maupun calon perseorangan. Siapa yang mendapatkan suara terbanyak dialah yang berhak untuk menduduki kursi empuk di legislatif.

Anda dapat mencek para Calon DPD, DPR dan DPRD pada Pemilihan Umum 2024 di daftar calon sementara dibawah ini :

infopemilu.kpu.go.id/Pemilu/Dcs_dprd

Berbicara pemilu secara langsung itu dapat dirincikan bahwa “Langsung” berarti pemilih diharuskan memberikan suaranya secara langsung dan tidak boleh diwakilkan. “Umum” berarti pemilihan umum dapat diikuti seluruh warga negara yang sudah memiliki hak menggunakan suara. “Bebas” berarti pemilih diharuskan memberikan suaranya tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Sesuai dengan ketentuan Pasal 22E Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pemilu untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR, Anggota DPD, serta anggota DPRD diselenggarakan berlandaskan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali.

Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 2012, tentang Pemilihan Umum (Pemilu) anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pasal 1 ayat (1) “Pemilihan Umum, selanjutnya disebut Pemilu, adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Baca Juga:  Wujud Kepedulian Kepada Masyarakat Terdampak Banjir,  Korem 101/Ant Salurkan Bantuan di Kawasan Sungai Lulut

Masa kampanye Pilpres 2019 seyogianya menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai gagasan yang ditawarkan oleh kandidat paslon. Publik menanti munculnya beragam narasi programatik yang akan dijadikan dasar dalam menentukan pilihan di tanggal 17 April mendatang. Sayangnya, masa kampanye yang telah berlangsung kurang lebih lima bulan terakhir masih didominasi oleh kampanye yang mengkapitalisasi isu-isu SARA, politik identitas, konten berita palsu dan ujaran kebencian, serta olok-olok politik antar kubu terkait isu-isu yang tidak substantif.

Kondisi ini juga diperparah dengan masifnya mobilitas kampanye di media sosial, melalui mobilisasi influencers dan pasukan buzzer dalam rangka mempercepat penyampaian amplifikasi dan penyebaran isu. Alih-alih mendorong proses pemilu yang berkualitas, fenomena ini justru semakin menambah polarisasi di masyarakat, bahkan disinyalir semakin mendorong apatisme terhadap pemilu dan menguatnya gerakan mendorong golput.

Berbicara masalah memilih atau menentukan pilihan pada pemilu yang akan dilaksanakan, dirasa masyarakat kita sudah cerdas dan dapat menentukan pilihan yang benar, alias tidak memilih barang dalam karung. Coblosan kita di kertas suara dapat menentukan nasib rakyat di daerah pemilihannya, karenanya coblos lah calon anggota DPD, DPR dan DPRD dengan teliti. Gunakan coblosan Caleg untuk kepentingan masa depan, jangan melihat parpolnya, karena partai politik itu hanyalah bagian dari perahu untuk mencapai tujuan.

Baca Juga:  Jhonlin Group Umrohkan 50 Orang Warga Kotabaru

Partai politik adalah sarana seseorang ingin mencapai tujuan sebagai wakil dari kita-kita masyarakat atau rakyat ini, karena nantinya merekalah wakil kita untuk dapat menyampaikan aspirasi dari masyarakat pemilih. Karenanya kita-kita jangan melihat dari asal usul partai politik itu, lihatlah siapa kandidat Calon yang ikut dalam perahu Partai Politik tersebut, jangan nilai warna partai politik nya, mau hitam, putih, merah, biru, kuning, hijau dan lain sebagainya, lihat dan pilihlah calon yang anda kenal, yang anda nilai bahwa dia mampu untuk menyampaikan aspirasi kita, tentunya dia yang anda kenal “tak kenal maka tak sayang”. Setidaknya jika kita kenal dengan mereka, maka aspirasi kita pasti dapat di dengar.

Diera saat ini, orang pintar dan cerdas sangat banyak, namun orang yang adil, jujur dan amanah sangat kurang didapatkan. Dari itu kita harus teliti dalam menentukan calon pemimpin, jangan hanya melihat dia telah memiliki nama di masyarakat, harta dan kekuasaan. Namun, untuk mendapatkan pemimpin yang sesuai keinginan hati masyarakat yang amanah, jujur, adil dan berpihak pada kepentingan masyarakat sangatlah sulit.

Memilih Caleg karena diberi duit, maka selama lima tahun hidupnya tidak akan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT dan jika si Caleg terpilih maka si penerima duit itu akan mendapatkan dosa terus menerus mengalir ke dirinya juga selama si Caleg menerima duit gaji hasil dia menCaleg sebagai anggota legeslatif,”

Baca Juga:  KPU Kotabaru Lantik 110 PPK, 30 Persen Keterwakilan Perempuan

Semua orang pasti bisa dengan mudah mengatakan bahwa mereka pantas menjadi pemimpin yang baik ataupun amanah, namun apa dan bagaimana menentukan kriteria seorang pemimpin tersebut? Apakah karena dia memilki keturunan yang banyak, atau mungkin dia memiliki banyak pengikut, atau mungkin dia hanya memilki Kejujuran dan Kemauan untuk merubah sesuatu. Bahkan mungkin dia memilki ketegasan dalam memimpin. Dari itu kitalah yang dapat menilainya sendiri.

Hidup adalah pilihan, maka tentukanlah pilihanmu sebelum pilihan menentukan hidupmu. Tentukan pilihan dengan benar belajar dari masa yang terdahulu. Toleh lah masa depan dalam menentukan pilihan, karena masa depan tergantung pada apa yang kamu lakukan disaat kamu mencoblos nantinya. Dari itu sekali lagi coblos lah pimpinan yang bisa membawa amanah dengan benar, bisa memperjuangkan aspirasi, demi untuk kepentingan orang banyak.

“Jangan gerakkan coblosan anda karena imbalan sesaat yang diberikan, gunakan hati nurani dalam menggunakan hak pilih anda dengan harapan orang yang anda coblos dapat membawa kebaikan buat kamu maupun khususnya buat orang banyak. Bismillah!!!!, setidaknya mencoblos orang yang kita kenal disaat kita bertemu, hehehehee, pastinya dia akan ingat dengan kita.

Penulis adalah jurnalis suarakalimantan.com





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top