
Kalsel – suarakalimantan.com; Calon Anggota DPR-RI Partai Perindo, Aspihani Ideris berjanji akan maksimal berjuang memperjuangkan pemekaran Kabupaten Gambut Raya, jika dirinya terpilih sebagai Anggota DPR RI melalui Partai Perindo. Dan 50 % gajinya akan di sumbangkan buat perjuangan pembentukan daerah otonom baru Kabupaten Gambut Raya. Hal demikian di tegaskan nya saat bertemu dengan sejumlah wartawan di Excelso – Duta Mall Banjarmasin, Minggu (19/02/2023).
“Kenapa saya ikut mencaleg DPR-RI, karena disanalah akhir dari perjuangan pembentukan kabupaten Gambut Raya ini. Saya pastikan kalau saya terpilih nantinya, 50% gaji dewan akan saya sisihkan buat perjuangan pemekaran sampai terbentuknya Kabupaten Gambut Raya” kata Aspihani
Ia pun menyebut, di parlemen legislatif pusat itulah palu penentuan terbentuknya sebuah daerah otonom baru.
Menurut dosen dan juga advokad ini, salah satu komitmennya jika terpilih sebagai legislator di Senayan adalah memperjuangkan pemekaran enam kecamatan meliputi Kecamatan Gambut, Sungai Tabuk, Kertak Hanyar, Tatah Makmur, Beruntung Baru dan Aluh-aluh menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB).
“Itulah salah satu alasan kuat saya ikut berkompetisi dalam pesta demokrasi 2024 mendatang melalui Partai Perindo di Daerah Pemilihan (Dapil) Kalsel 1. Jika ingin membantu saya guna memuluskan perjuangan pemekaran Kabupaten Gambut Raya di DPR-RI, maka pada Pemilu Rabu 14 Februari 2024 nanti buka kertas suara DPR-RI, cari gambar Partai Perindo dan coblos caleg nomor urut 1 Habib Aspihani Ideris, S.AP, SH, MH,” demikian jelas Aspihani sambil tersenyum kepada sejumlah awak media.
Dapil Kalsel 1 meliputi 8 wilayah di Kalsel yaitu Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Balangan dan Kabupaten Tabalong.
Dosen Fakultas Hukum UNISKA ini pun menjelaskan, perjuangan ingin membentuk daerah otonom baru ini sejak tahun 1998, dua puluh lima tahun silam, hingga banyak liku-liku dan riak ragamnya.
“Kita berjuang sudah 25 tahun lamanya, dan selama ini sejak tahun 2000an kita selalu menghubungi Anggota DPR-RI dan DPD-RI hasil daerah pemilihan Kalsel 1, namun mereka tak ada yang perduli, kecuali hanya satu Anggota DPD-RI yang berkenan membantu perjuangan Gambut Raya, siapa dia, beliau adalah Habib Abdurrahman Bahasyim, yang lainnya diam dan terkesan tidak ada sama sekali memperhatikannya. Dari itulah panitia pemekaran Kabupaten Gambut Raya ini ingin ada salah satu panitia yang mencalonkan diri sebagai Caleg DPR-RI, nah inilah salah satu alasan, saya ikut dalam pencalegan ini lewat partai Perindo,” cerita Aspihani.
Dikatakan Aspihani yang juga menjabat sebagai Sekretaris Panitia Pemekaran Kabupaten Gambut Raya ini, pemekaran DOB Gambut Raya menjadi penting karena menyangkut upaya pemerataan pembangunan dan mempermudah pelayan publik yang murah dan terjangkau.
“Mengapa enam kecamatan ini ingin memisahkan diri dari dan membentuk kabupaten Gambut Raya, itu kan ada sebabnya?. Dikarenakan masyarakat di enam kecamatan tersebut perlu sentuhan pemerataan pembangunan dan memudahkan pelayanan publik. Kalau saya lolos ke Senayan, untuk wilayah Gambut Raya pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan saya perjuangkan skala prioritas” imbuhnya.
Lebih lanjut, Aspi menyampaikan optimismenya bahwa Partai Perindo Kalsel akan mampu meraih simpati dan dukungan masyarakat Kalsel. Sebab, kata dia, Visi Perindo sejalan dengan visinya yaitu memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Visi saya sejalan dengan visi Partai Perindo yaitu “Bekerja bersama Rakyat dan juga untuk Rakyat”. Sejalan pula dengan Misi partai yaitu “Menampung dan memperjuangkan serta mengawal aspirasi rakyat dalam berbagai bidang di semua lini,” papar Aspihani.
“Mohon doa dan dukungan masyarakat Kalsel, khususnya masyarakat di 6 kecamatan wilayah DOB Gambut Raya. Insya Allah bersama-sama kita bisa membangun banua,” pungkasnya.
Gambut Raya sendiri diketahui memiliki luas wilayah sekitar 50.180 kilometer persegi atau sekitar 50.180 hektare yang terdiri 6 kecamatan yaitu Kecamatan Sungai Tabuk, Kertak Hanyar, Aluh-Aluh, Beruntung Baru, dan Tatah Makmur serta memiliki 87 Desa dan 5 Kelurahan dengan jumlah penduduk mencapai 300ribu jiwa.
Editorial: bagas
Jurnalis: bhany