BANJARMASIN, SuaraKalimantan.com – Memasuki usia yang ke-9 membuat hotel sekelas Mercure terus berusaha memberikan yang terbaik bagi Banjarmasin dan Kalsel. Setidaknya partisipasinya tersebut dituangkan dalam berbagai konsep sepanjang perjalanan hotel berbintang ini.
Inovasi ini pun dilakukan di tengah Anniversary ke 9 tahun, hotel yang berlokasi di kawasan Duta Mal Banjarmasin.
Program itu bertujuan memperluas pemasaran wisata Banjarmasin dan Kalsel , meningkatkan sumber daya manusia dan mengangkat potensi lokal yang dimiliki mulai kuliner hingga kampung wisata, serta peningkatan standar melalui transformasi kapasitas pengelolaan kepariwisataan dari perhotelan.
” Ini merupakan bagian tak terpisahkan dari industri perhotelan dan wisata. Dalam usia ke-9 tahun ini kami selalu mengaitkan hal-hal bergenre pariwisata. Komitmen kami adalah bagaimana menyandingkan hotel dan wisata, mampu mendorong peningkatan kunjungan wisata di Banjarmasin dan Kalsel secara luas,” ungkap General Manager Mercure Hotel Banjarmasin, Sugiharto, kepada wartawan di sela-sela Anniversary ke 9 tahun Mercure Hotel, Kamis (24/12/2020).
Mercure sendiri menurut pria penggemar sport ini, sudah melalui perjalanan panjang penuh suka dan duka. Usaha perhotelan pun sempat berada dalam himpitan pandemi yang membuat tingkat hunian menurun. Namun pandemi justru mendorong manajemen dan karyawan untuk terus berupaya untuk berinovasi memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Banjarmasin khususnya dan Kalsel pada umumnya.
” Intinya adalah kami berusaha memaksimalkan sumber daya alam setempat termasuk di dalamnya adalah bagaimana mengangkat budaya melalui kearifan lokal itu menjadi jati diri dan Primadona di Banjarmasin,” ucap Sugiharto.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Banjarmasin, Ikhsan Al-Haq, kepada wartawan mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Mercure Banjarmasin, termasuk bagaimana menggerakkan kembali industri perhotelan setelah sempat babak belur selama pandemi covid-19. Karenanya ketika upaya mengangkat kearifan lokal dalam program-program promosi, menurut Ikhsan Al-Haq tentu selaras dengan program pariwisata Banjarmasin.
“ Harapan kami dari pemerintah kota Banjarmasin, local culture yang berbasis budaya Banjar lebih diangkat lagi dalam setiap aktivitas hotel ini baik di dalam aspek kulinernya, maupun interior, souvenir, serta kamar tidur yang bernuansa Banjar.Karena tren sekarang itu tradisional culture,” ujar Ikhsan Al-Haq.(@tim/sk)