SUAKA – KOTABARU. Sebagai upaya nyata dalam pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan produsen semen Tiga Roda yakni PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) Plant Tarjun melalui kelompok tani binaan mereka di Kecamatan Kelumpang Hilir berhasil mengembangkan sistem pertanian hidroponik, yang tentunya juga bukan hanya bertujuan melakukan sistem tanam semacam itu yang dapat memanfaatkan halaman pekarangan rumah saja, melainkan juga dalam rangka peningkatan perekonomian masyarakat.
Keberhasilan program tersebut juga tentunya tak lepas dari peran petani yang mau melaksanakannya dengan baik juga untuk dijadikan sebagai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Ketua poktan Mawar Hidro yang juga penggiat pertanian di Desa Tegalrejo, Lailatul Mutianur sangat mengapresiasi atas inisiasi yang dilakukan oleh Indocement dalam upaya mengembangkan sistem pertanian hidroponik bagi masyarakat tani di daerah binaan perusahaan.
“Saya mewakili komunitas tani lainnya berterimakasih atas upaya perusahaan dalam membantu masyarakat untuk peningkatan perekonomian masyarakat,” tutur perempuan yang akrab disapa Laila.
Dikatakannya lebih jauh, sistem tanam hidroponik dapat dilakukan di waktu – waktu senggang dengan memanfaatkan pekarangan yang ada di samping rumah, dan hal itu sangat cocok bagi kaum perempuan untuk dikerjakan karena tidak memerlukan tenaga ekstra.
“Kalau dibandingkan menggunakan sistem hidroponik maupun yang tidak tentu masing – masing memiliki kelebihan dan kekurangannya, tergantung dari pengelolaannya dalam memanfaatkan luasnya lahan yang akan dijadikan mediasi tanam,” jelasnya.
Menjadi harapannya perusahaan dapat terus membina masyarakat untuk melakukan inovasi-inovasi baru bagi kemajuan. “Sekali lagi terimakasih kepada Indocement yang terus konsen membantu masyarakat khususnya para petani sehingga secara tidak langsung meningkatkan taraf kehidupan komunitas tani,” harapnya.
Disambungnya pula, dalam petak kurang lebih 3 x 5 meter, tanaman hidroponiknya dalam waktu kurang lebih 40 hari sudah siap panen dan menghasilkan sekitar Rp 1 jutaan.
“Alhamdulillah dengan sistem itu sangat menguntungkan bagi kami warga tani,” ucapnya santai.
Kepala Desa Tegalrejo, Afifuddin menyatakan, dengan bantuan perusahaaan dalam mengadakan sistem pertanian hidroponik sangat bermanfaat bagi masyarakat dan bagus pastinya untuk dikembangkan.
“Kalau saya melihat sistem hidroponik ini sangat bagus sekali karena tidak menggunakan media tanam yang luas, dan itu sangat baik untuk dikembangkan namun tergantung dari para petani yang akan mengelolanya agar berhasil sebagaimana harapan,” ujarnya.
Ia menilai, perusahaan telah melakukan inovasi bagi masyarakat tani diwilayahnya dan dengan edukasi yang di sampaikan oleh perusahaan diharapkan warga dapat merealisasikannya.
“Kami berharap Indocement dengan CSR nya terus berbuat kreatif dan inovatif mengembangkan ide-ide gagasan bagi masyarakat dan kami juga dari warga pastinya sangat berterimakasih. Hal tersebut juga merupakan wujud nyata peningkatan sumber daya manusia yang berujung pada peningkatan ekonomi para petani,” jelasnya kemudian.
Melihat itu, koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kelumpang Hiilir, Clara Novianto SP menilai, apa yang dilakukan oleh perusahaan melalui program CSR nya sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat khususnya sebagai meningkatkan taraf perekonomian warga tani. “Kami dari balai penyuluhan sangat mendukung apa yang menjadi harapan masyarakat atas upaya nyata Indocement untuk kemajuan bersama,” Katanya.
Sementara, mewakili perusahaan H. Teguh Iman Basoeki menjelaskan, upaya nyata yang telah dilakukan PT. ITP melalui CSR dalam pilar ekonomi yaitu pertanian dengan sistem hidroponik telah menunjukkan hasilnya dan bahkan terus dapat dikembangkan.
“Salah satu kelompok tani hidroponik di Desa Tegalrejo binaan dari PT. ITP yang bernama kelompok Tani Mawar Hidro telah berhasil secara mandiri melakukan budidaya tanaman hidroponik berupa sayuran seperti sawi, pokcoy, daun bawang, seledri, dan itu hanya bermodal peralatan dan sarana sederhana serta pelatihan dari Indocement,” paparnya.
Ia bersyukur sekarang masyarakat sudah dapat memetik hasilnya secara berulang – ulang. Kelompok tani Mawar Hidro beranggotakan 8 orang dan seluruhnya warga Desa Tegalrejo. Perusahaan bersama dengan penyuluh pertanian di desa Tegalrejo terus mengawal program tersebut dan bercita – cita menjadikan program ini menjadi kampung hidroponik.
“Program ini juga ternyata terbukti bisa mendukung perekonomian masyarakat walaupun ditengah situasi pandemi Corona seperti sekarang. Selain itu juga dapat memenuhi kebutuhan sayuran bagi keluarga, hasil panennya bisa menambah keuntungan perekonomian,” pungkasnya. (dam/dn)