SUAKA – KOTABARU. Jutaan jamaah benar-benar memenuhi Komplek Ar-Raudhah dan kawasan Sekumpul, Martapura, Kalimantan Selatan, pada puncak peringatan haul ke 15 Abah Guru Sekumpul, Alimul ‘allamah Al ‘Arif Billah Asy-Syekh K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani bin Al ‘Arif Billah Abdul Ghani bin H. Abdul Manaf bin Muhammad Seman bin H. M. Sa’ad bin H. Abdullah bin ‘Alimul ‘allamah Mufti H. M. Khalid bin ‘Alimul ‘allamah Khalifah H. Hasanuddin bin Asy-Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, pada Senin Malam (01/03/2020).
Lautan umat ini tumpah – ruah mengisi semua lorong hingga sudut – sudut komplek perumahan yang tumbuh di era Guru Sekumpul masih hidup. Walhasil, dengan kekhusyukan dan rasa takzim yang tinggi, para pencinta Abah Guru Sekumpul pun berkumpul melantunkan ayat – ayat suci Al-Quran dan shalawat serta manaqib yang menjadi amalan sang guru besar yang kharismatik ini.
“Keberkahan Abah Guru Sekumpul ini tampak nyata. Ini terlihat ada jutaan umat yang hadir di acara haulan ke-15. Bahkan, jamaah yang ada sudah melampaui Masjid Pancasila Sekumpul hingga menuju Bundaran Simpang Empat Banjarbaru,” ujar Herlina, salah satu jamaah haul Abah Guru Sekumpul asal Kabupaten Kotabaru saat itu bersama rombongan.
Herlina, menceritakan rumah-rumah warga yang ada di komplek maupun di luar komplek Sekumpul terisi penuh semua.
“Keberkahan ini juga terlihat di rumah-rumah yang ada di Komplek Ar-Raudhah, yang semua menyiapkan makanan dan snack, serta minuman, sehingga para jamaah tidak akan lapar dan haus. Begitupula, para jamaah yang memenuhi semua gang yang ada di Komplek Sekumpul Martapura,” ujar Herlina.
“Ini merupakan bukti begitu besar keberkahan Abah Guru Sekumpul, baik semasa hidup beliau hingga wafatnya. Ini dibuktikan dengan jutaan umat yang hadir di Sekumpul, malam ini” ucapnya.
Disisi lain, Menurut Ketua Pemuda Islam Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muhammad Hasan, Salah Satu Tim Relawan yang bertugas saat itu, kehadiran jutaan jamaah tak terlepas dari kiprah Guru Sekumpul selama hidupnya. Selama hidupnya, Al-Arif Billah Maulana Asy-Syekh KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghoni Al-Banjary ini, paparnya, memiliki ilmu tasawuf, fiqih dan ilmu agama yang sangat mendalam.
“Shalawat sangat diamalkan beliau, tidak hanya Maulid Habsyi namun juga maulid lainnya seperti Dhalailul Khairat yang dikarang Assayid Ibnu Abdillah bin Sulaiman Al-Jazuli dan yang lainnya,” tuturnya.
Masyarakat pun banyak datang dari segala penjuru tanah air dan pelosok daerah Kalimantan dan hadir pula masyarakat dari mancanegara ntuk menghadiri dan menyaksikan haul seorang wali Allah, Alimul ‘allamah Al ‘Arif Billah Asy-Syekh K. H.Zaini Abdul Gani yang lebih akrab masyarakat menyebutnya Abah Guru sekumpul. Karena itu, ucapnya, sangat pantas bagi umat Islam khususnya kalimantan meneladani Beliau,” paparnya.
Selepas shalat Magrib, acara diawali pembacaan ayat suci Al Qur’an dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Habsy. Kerinduan para jamaah terhadap sosok Alimul allamah Al
Arif Billah Asy-Syekh KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani terobati dengan kehadiran dua putra mendiang almarhum Abah Guru Sekumpul memimpin pembacaaan syair Maulid Habsy terlebih keduanya menempati posisi ketika mendiang abah guru sekumpul memimpin acara pengajian semasa hidupnya.
Seperti biasa, H. Amin Badali membacakan syair-syair Maulid Habsy yang berisi puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang ikuti iringan pukulan terbang oleh adiknya H. Ahmad Hafi Badali. Suasana khidmat pun kian terasa dan membuat banyak jamaah yang hanyut dan teringat dengan mendiang Abah guru Sekumpul, ungkapnya.
Gema Dzikir dan Tahlilpun terus membahana di seluruh seputar Komplek Musholla Ar Raudhah, kian membuat suasana begitu terasa khidmat. Tidak sedikit, jamaah yang hadir hanyut dalam suasana khusuk mengikuti dzikir yang dipimpin Guru Sya’adudin Salman. Acara di tutup pembacaan surah Yasin, Tahlil dan doa haul serta terakhir sholat Isya berjamaah, pungkasnya (dam/dn).