SUAKA – KOTABARU. LSM Formula sangat prihatin mengenai Taman Kota Saijaan Kotabaru sempat dijadikan ajang mabok – mabokan. Pasalnya taman Kota Saijaan tersebut berdampingan dengan Masjid Raya Khusnul Khatimah di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Ketua LSM Formula, Muhammad Sultan Merkan mengatakan, Taman Kota Saijaan tersebut posisinya tepat berdampingan dengan tempat ibadah muslim berupa Masjid Raya Khusnul Khatimah.
“Kalau taman kota ini hanya dijadikan tempat bersantai ria dan menghilangkan rasa lelah, saya rasa No. Problem. Yang membuat kami tidak nyaman taman tersebut dijadikan oleh para anak muda buat mabok-mabokan dengan minum minuman keras oplosan,” ujar Sultan kepada awak media suarakalimantan.com, Selasa malam (13/3/2019) di sebuah Cafe, di Jalan Putri Cipta Sari Desa Sebatung Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan.
Menurut Sultan sebutan akrab Muhammad Sultan Merkan, seharusnya pemerintah daerah lewat Satuan Polisi Pamong Praja harus bisa memantau Taman Kota Saijaan Kotabaru ini secara berkesinambungan, supaya taman tersebut steril dari perbuatan ajang muda-mudi berbuat maksiat.
“Kita pantau, Taman Kota ini, bukan hanya di buat ajang mabok-mabokan, namun juga tidak menutup kemungkinan bisa saja dijadikan tempat mesum bila malam hari,” ujarnya.
Berbicara masalah strategis, Sultan mengatakan, Taman Saijaan Kotabaru ini tidak strategis dan tidak tepat sasaran. Karena posisinya dekat dengan Masjid, dan juga Taman Kita ini sangat berdekatan dengan tempat Wisata Siring Laut,
“Jarak antara Taman Kota Saijaan dengan Wisata Siring Laut hanya sekitar 400 meter. Sebaiknya jangan berdekatan supaya bisa menambah keindahan Kota Kotabaru, kan masih banyak lahan yang kosong, itu bisa dijadikan Taman Kota. Namun jangan berdampingan dengan tempat ibadah,” sarannya.
Didampingi Edy Wahyudi yang merupakan Sekertaris LSM Formula, Muhammad Sultan Merkan mengharapkan, Pemerintah Daerah Kotabaru bisa mengalihkan Taman Kota Saijaan Kotabaru ketempat lain yang lebih statiges, “Kan masih ada tempat yang pas untuk Taman Kota ini, seperti yang terletak di Desa Stagen, disana kan bisa juga di jadikan Taman Kota, hitung-hitung sebagai perluasan kota,” bebernya.
Jadi bila Taman Sa’ijaan dipindahkan maka bisa disulap menjadi terminal sebab terminal Daerah kotabaru belum ada, karena terminal di Stagen saat ini sudah diambil alih pihak Provinsi Kalsel, dengan dibangunnya terminal, paling tidak ada tambahan pendapatan asli daerah yang dihasilkan, tukas Sultan. (Tim/wan)