Gambar : Sejumlah tokoh LSM Kalsel pertemuan di sebuah Cafe 69 belakang markas KNPI Kalsel, Rabu malam (20/2/2019).
SUAKA – BANJARMASIN. Sekelompok aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat yang menamakan diri dalam sebuah gerakan “PENYAMBUNG LIDAH RAKYAT” disingkat PELIR akan melaksanakan aksi demontrasi besok, Kamis (21/2/2019) di Kejati Kalsel dan Mapolda Kalsel.
Koordinator aksi masa yang menamakan diri dalam sebuah gerakan PENYAMBUNG LIDAH RAKYAT (PELIR) Bahruddin mengatakan, pihaknya akan menurunkan masa sekitar 200 orang, “mereka yang akan ikut dalam aksi demo besok adalah mereka yang peduli dengan rakyat. Saat ini terjadi korupsi dimana-mana terkhusus di Kalsel seperti dugaan perjokian dan perjalanan dinas fiktif DPRD Banjar, ada juga korupsi dana hibah KONI, Dana Bansos DPRD Kalsel dan lain-lain,” kata Udin Palui panggilan akrabnya kepada sejumlah wartawan saat ditemui diketika berada di sebuah Cafe 69 belakang markas KNPI Kalsel, Rabu malam (20/2/2019).
Menurut aktivis senior Kalsel ini, selain demontrasi berbagai masalah korupsi di Kalsel yang akan disampaikan besok di Kejati Kalsel dan Mapolda Kalsel, pihaknya akan mengangkat penuntasan penanganan kasus penganiayaan aktifis Kalsel di masa silam. “Anda lihat sendiri, sampai saat ini pihak berwajib belum bisa mengungkap kasus penganiyaan aktifis LEKEM KALIMANTAN, saudara kita Abdul Kahar Muzakkir sebelah matanya buta akibat disiram dengan air keras, begitu juga saudara kita Aspihani Ideris belakang punggungnya luka kena tusuk yang cukup mematikan,” tutur Udin Palui.
Dari itu, Bahruddin mengharapkan penegakan hukum di Bumi Lambung Mangkurat ini harus benar-benar di laksanakan, “anda-anda simak sendiri, kasus ini sudah di atas 8 tahun belum di ungkap juga, padahal banyak publik mengetahuinya siapa aktor dan pelakunya. Apakah mereka tidak mampu melakukan penyelidikan kasus yang menggemparkan dunia aktifis ini? Jangan sampai hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas, sehingga kami wajar menduga penegak hukum yang menangani perkara tersebut sudah main mata dengan aktor intelektualnya,” tukas Udin Palui.
Senandung nada, salah satu koordinator aksi yang menamakan diri dalam sebuah gerakan PENYAMBUNG LIDAH RAKYAT (PELIR), Iwansyah sangat menyayangkan para penegak hukum sangat lamban dalam menangani berbagai perkara Korupsi di Kalsel ini. Selain itu juga dalam penanganan kasus penganiayaan aktifis Kalsel pun sepertinya jalan ditempat. “Publik bertanya-tanya, apakah berbagai kasus tersebut benar-benar ditangani dengan benar dan apakah ada permainan antara pelaku dengan penyidik?,” kata Iwan Gundul sapaan akrabnya kepada wartawan, di sebuah Cafe 69 belakang markas KNPI Kalsel, Rabu malam (20/2/2019).
Didampingi sejumlah aktifis Kalsel lainnya, Iwan Gundul memaparkan, dalam aksi demontrasi yang akan dilakukannya bersama aktifis anti korupsi lainnya, mereka akan menuntut penegak hukum untuk menjalankan tugasnya sesuai dengan sumpah jabatan yang di embannya, “artinya mereka para penyidik harus benar-benar bekerja sesuai dengan tupoksi yang mereka dapatkan, jangan sampai sebuah kasus yang mereka tangani para aktor dan pelaku nya menjadi ATM para penyidik,” tukasnya dengan nada keras.
Disisi lain juga, menurut Iwansyah, ada kasus terbaru yang menghebohkan masyarakat Banjarmasin, yaitu masyarakat Banjarmasin selama 3 hari tidak mendapatkan pasukan air bersih, konon katanya ada kebocoran pipa milik PDAM Bandarmasih di Sungai Tabuk, itu semua juga perlu di kaji ulang dengan peng auditan dalam proyek pengadaan pipa tersebut, “seharusnya dalam pemasangan pipa PDAM tersebut perlu di kaji masa kekuatan dan ketahanannya, sehingga jangan sampai berdampak pada kebocoran yang mengakibatkan masyarakat banyak dirugikan,” ucapnya.
Dari itu Iwan Gundul menghimbau kepada masyarakat yang peduli, untuk ikut hadir dalam aksi kemanusian dan kemasyarakatan besok di Kejati Kalsel dan Mapolda Kalsel, “Insya Allah besok aksi akan kami laksanakan dari pukul 10:00 Wita sampai selesai,” himbaunya.(Gazal)