SUAKA – KOTABARU. Tidak layak dan tidak sebagus seperti halaman-halaman sekolah lainnya yang berada di Kotabaru Kalimantan Selatan, membuat aktifis pemerhati lingkungan angkat bicara, kenapa tidak di saat musim penghujan halaman Madrasah Tsanawiyah Swasta Nurul Musthafa ini halaman sekolah nya becek dan tergenang air.
Direktur Pemerhati Lingkungan Hidup (PELIH), Aspihani Ideris menyatakan, dampak dari beceknya halaman sekolah tersebut mengakibatkan siswa tidak bisa melaksanakan dan mengikuti kegiatan luar sekolah, “halaman MTs Nurul Musthafa ini becek, sehingga aktifitas seperti upaya, apel-apel, olah raga maupun kegiatan luar sekolah lainnya tidak bisa dilaksanakan,” ujar Dosen Fakultas Hukum UNISKA Banjarmasin ini memaparkar ke wartawan, Rabu (30/1/2019).
Menurut tokoh Aktifis Kalimantan ini, salah satu standar pendidikan nasional itu sebagaimana amanah UU No. 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional harus memiliki fasilitas pendidikan yang layak. “Bukan hanya SDM (Sumber Daya Manusia) yang di perlukan, SDP (Sumber Daya Pendidikan) juga wajib ditetapkan, karena SDP itu merupakan sesuatu yang dipergunakan dalam penyelenggaraan pendidikan yang meliputi tenaga kependidikan, masyarakat, dana, sarana, dan prasarana. Prasarana yang tidak memadai akan berimbas terganggunya proses belajar mengajar, contoh halaman MTs Nurul Musthafa ini becek dan adanya genangan air membuat terganggunya proses belajar mengajar,” kata Aspihani.
Dari itu, menurut Aspihani pihak eksekutif dan legeslatif yang terlena dengan keadaan ini, demi masa depan anak-anak didik kita, terkhusus kelancaran pendidikan agama di MTs Nurul Musthafa, perlu menjadi perhatian serius dan skala prioritas untuk di perbaiki, himbaunya seraya mengakhiri pembicaraannya.
Salah seorang pengajar di MTs Nurul Musthafa, Rakhmadi mengatakan, halaman sekolah hanya bisa digunakan saat cuaca terik alias panas. “Kegiatan luar sekolah seperti upacara bendera yang biasanya setiap hari Senin dan hari-hari besar kami laksanakan, maupun kegiatan olahraga, dan baris berbaris disaat mau masuk ke ruang sekolah terpaksa tidak bisa dilaksanakan lagi. Terkecuali halaman tersebut kering dulu baru bisa di pakai halaman sekolahnya,” katanya saat ditemui oleh awak media ini, Rabu (30/1/2019).
Diketahui, Rakhmadi yang juga salah satu warga masyarakat Desa Sungai Kupang RT. 01 RW 01, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan ini menjelakan, semenjak berdirinya MTs Nurul Musthafa dari tahun 2001 sampai dengan sekarang 2019 belum ada bantuan yang signifikan dari pemerintah daerah, “Masih ada pasilitas sekolah yang menurut saya belum bisa berpungsi dengan baik contohnya halaman sekolah yang pada saat-saat musim hujan tidak bisa di pergunakan, karena halaman ini kalau turun hujan genangan air terjadi maupun tanahnya menjadi becek,” ucap Rakhmadi.
Menurutnya, pihak MTs Nurul Musthafa beberapa kali menusulkan perbaikan halaman tersebut ke pemerintah daerah, namun sampai saat ini belum ada respons positif dari pihak Pemerintah Daerah Kotabaru. “Pada saat Musrenbangdes tingkat desa di mana semua peserta rapat telah setuju alokasi dana desa digunakan sebagian untuk pembuatan paping lapangan MTs Nurul Musthafa, namun sampai saat ini belum juga terealisasi, selain itu juga sebelumnya ada beberapa anggota legeslatif Kotabaru mengunjungi MTs Nurul Musthafa dan berjanji akan membantu mengatasi masalah tersebut, namun janjinya juga belum ada realisasinya sampai saat ini,” tutur Mahasiswa Fakultas Hukum UNISKA Banjarmasin ini ber curhat kepada wartawan.
Dari itu, Rakhmadi berharap, pemerintah peduli dengan sekolah tempat kami mengabdi ini, “mudahan-mudahan pemerintah terketuk hatinya, begitu juga para dermawan berkenan membantu mengatasi permasalahan serius halaman sekolah kami becek dan tergenang air ini, sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan dengan lancar dan harapan kita semua, “Aamiin ucap para awak media yang mewawancarainya. (Adam)
See how you can earn $27 in 7 minutes! Read here – https://bit.ly/32NSumo
$300-$500 Daily With Crypto – https://bit.ly/37Py4LO