SUAKA – KOTABARU. Kepala Dinas lingungan Hidup dan Kebersihan, ARIF FADILLAH melakukan langka-langkah untuk mengurangi sampah dengan cara menukarkan minyak goreng, dan kegiatan inilah satu yang dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat.
Menurut Arif Fadilah menungkap pada awak media suarakalimantan.com di Ruang kerjanya, Rabu, (/9/2018) bahwa sampah itu semuanya ada harganya, hanya saja kita tidak menyadari apalagi sampah pelastik, justru itu kami mencoba bila ada acara besar misalnya ada jalan santai kami meminta agar dapat mengumpulkan sampah khususnya sampah pelastik agar ditukarkan dengan minyak goreng, ujarnya.
Ia juga mengaku sudah menyampaikan pada masyarakat bahwa sampah plastik itu nilai jualnya sangat tinggi apalagi dikelola dengan baik,”ujar Arif kepada wartawan di Gedung Abdi Negara jalan pangeran Kusuma Negara Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan, Kamis,(6/9/2018).
“Kami juga mencoba membuat Tas purun (Bakul) untuk dijual di supermaket, supaya para pembeli tidak menggunakan kresek plastik lagi, kami pun megharapkan dalam transaksi di supermarket itu untuk memasukan barang jual belinya agar menggunakan tas purun atau Bakul”, ucap Arif.
Menurut kepala Dinas lingungan Hidup dan Kebersihan ini, cara yang dilakukannya ywrsebyt merupakan salah satu cara mengurangi penggunaan kresek plastik, “Ini lah program kami dan pembagian tas purun atau Bakul yang kami lakukan dibagi secara gratis pada supermaket,” suguh Arif Fadilah.
Diakhir paparannya, Arif mengharapkan dengan program yang dilaksanakannya, kesadaran masyarakat dengan membuang sampah pada tempatnya akan terpenuhi sehingga dapat menciptakan lingkungan yang bersih, indah bahkan bisa mendapat perhatian dari Kementerian Keuangan yang dijanjikan pada setiap daerah dalam hal pengurangan sampah pelastik maka bisa mendapatkan instensif dari pemerintah pusat.”tandasnya.(wan/Dam)