
SUAKA – KOTABARU. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025. Meskipun volume penjualan semen dan klinker turun 2,7% menjadi 19,94 juta ton akibat penurunan permintaan domestik, perusahaan berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 12% menjadi Rp2,25 triliun.
Pertumbuhan laba ini didorong oleh peningkatan signifikan pada volume ekspor yang melonjak 73,9% serta efisiensi biaya operasional. Selain itu, kontribusi keuntungan dari divestasi usaha patungan senilai Rp670 miliar juga memperkuat posisi keuangan perseroan.
Secara rinci, Pendapatan Neto tercatat sebesar Rp17,73 triliun dengan margin laba kotor mencapai 32,5%. Perusahaan juga memiliki posisi keuangan yang sangat kuat dengan kas dan setara kas mencapai Rp5,9 triliun hingga akhir tahun.
Prospek 2026: Pemulihan Dimulai Kuartal II
Menghadapi tahun 2026, manajemen memperkirakan tekanan permintaan akibat musim hujan dan libur Idulfitri hanya akan terjadi pada kuartal pertama. Mulai kuartal kedua, permintaan diproyeksikan membaik seiring masuknya musim kering dan peningkatan belanja infrastruktur.
Meski demikian, perseroan tetap waspada terhadap risiko fluktuasi harga energi akibat situasi geopolitik global. Strategi pengendalian biaya dan optimalisasi penggunaan bahan bakar alternatif akan menjadi kunci utama untuk menjaga kinerja.
Tentang Indocement
Sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia dengan merek andalan Tiga Roda, Indocement mengoperasikan total kapasitas produksi 33,5 juta ton per tahun. Pabriknya tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk di Tarjun, Kalimantan Selatan, hingga Sulawesi Selatan, dengan didukung lebih dari 4.100 karyawan. Heidelberg Materials AG merupakan pemegang saham mayoritas sejak tahun 2001. (red)