
SUAKA – JAKARTA. PRESIDEN Prabowo Subianto memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berjalan dan tidak terdampak efisiensi ditengah ketegangan dan gejolak politik dunia.
Penegasan tersebut disampaikan Prabowo saat bertemu sejumlah tokoh dan jurnalis senior di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/3/2026) lalu.
“Saya akan bertahan (melanjutkan MBG) sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan,” tegas Prabowo.
Menanggapi keputusan Presiden tersebut, Ketua Umum ReJO for Prabowo Gibran Ir. HM. Darmizal MS mengungkapkan, MBG merupakan salah satu manifestasi nyata dari kebijakan pemerintah saat ini.
“Ditengah tekanan efisiensi anggaran, Presiden Prabowo secara eksplisit menegaskan bahwa MBG tidak termasuk dalam skema penghematan, bahkan akan diperkuat dan diperluas implementasinya.
Keputusan ini bukan sekadar kebijakan populis, melainkan strategi jangka panjang berbasis pembangunan manusia,” ujar Darmizal dalam keteranganya Kamis 25 Maret 2026.
Menurut Darmizal, MBG diposisikan sebagai instrumen fundamental untuk menjamin pemenuhan gizi generasi masa depan, mengurangi kesenjangan sosial, memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia serta menjadi bantalan sosial di tengah tekanan ekonomi global.
“Dengan kata lain, MBG adalah investasi strategis negara bukan beban anggaran,” tegaanya.
Darmizal mengajak seluruh komponen bangsa serta masyarakat untuk berperan aktif dalam menyukseskan program ini. Partisipasi publik menjadi kunci program ini berjalan aecara transparan.
“Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil, saya, Darmizal, Ketua Umum ReJO for PraGib, mengajak seluruh komponen bangsa untuk berperan aktif dalam menyukseskan program ini. Partisipasi publik menjadi kunci, baik melalui sosialisasi yang masif dan edukatif, pengawasan distribusi yang transparan dan akuntabel, keterlibatan sukarela dalam memastikan kualitas layanan sesuai standar yang ditetapkan,” ucapnya.
Diungkapkan Darmizal, kita harus memastikan bahwa setiap manfaat dari program ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
“Dalam menghadapi dunia yang tidak pasti, Indonesia tidak boleh hanya bertahan tetapi harus melangkah maju dengan strategi yang berpihak pada rakyat. MBG yang berdaya guna dan berdaya laksana adalah bukti bahwa negara hadir, bekerja, dan berpihak. Karena ketahanan bangsa dimulai dari perut yang kenyang, gizi yang cukup, dan harapan yang terjaga,” demikian Darmizal. (witan)