
SUAKA – KOTABARU. Komisi II DPRD Kabupaten Kotabaru menggelar rapat kerja bersama pemangku kepentingan pada Senin (2/3/2026) untuk memastikan layanan transportasi udara berjalan optimal menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah. Pertemuan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II H. M. Suhartono dan dihadiri Ketua Komisi II Abu Suwandi, anggota komisi, serta perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perhubungan, pengelola Bandara Gusti Syamsir Alam, dan Wings Air (bawah naungan Lion Group) fokus pada penerbangan rute Kotabaru–Banjarmasin agar tidak memberatkan masyarakat.
Tingginya harga tiket menjadi perhatian utama, dengan tarif saat ini berkisar antara Rp1,3 juta hingga Rp1,4 juta. Tarif tersebut dinilai kurang terjangkau dan telah menyebabkan penurunan jumlah penumpang, yang berpotensi membuat maskapai mengurangi frekuensi atau bahkan menghentikan layanan. Abu Suwandi menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan operasional penerbangan, mengingat bandara memiliki peran krusial bagi mobilitas masyarakat dan perkembangan ekonomi daerah.
Selain persoalan tarif, pembatalan penerbangan mendadak juga menjadi poin bahasan. Perwakilan Wings Air, Muhammad Fitryan, menjelaskan bahwa kebijakan terkait tarif dan operasional sepenuhnya diatur oleh manajemen pusat, sedangkan pihak daerah berperan melaporkan perkembangan jumlah penumpang. Ia menyampaikan bahwa beberapa penerbangan dibatalkan pada bulan Februari karena jumlah penumpang kurang dari 10 orang, meskipun tren permintaan mulai menunjukkan peningkatan menjelang musim Lebaran.
Sementara itu, pihak pengelola Bandara Gusti Syamsir Alam menyampaikan bahwa pengawasan terhadap maskapai penerbangan berada di bawah wewenang Bandar Udara Wilayah Surabaya dan Direktorat Angkutan Udara di Jakarta. Peran bandara sendiri terbatas pada penghimpunan dan pelaporan data operasional sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk terkait penetapan tarif batas atas dan batas bawah.
Sebagai tindak lanjut dari rapat tersebut, Komisi II menetapkan sejumlah langkah strategis: melakukan koordinasi langsung dengan manajemen pusat Lion Group untuk menyesuaikan tarif menjadi lebih rasional, membuka peluang komunikasi dengan maskapai lain guna mendorong persaingan yang sehat dalam penetapan harga, serta meminta agar setiap rencana pembatalan penerbangan disampaikan jauh-jauh hari agar masyarakat memiliki waktu untuk mencari alternatif perjalanan.
H. M. Suhartono menegaskan bahwa kepentingan masyarakat selalu menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang diambil. “Kami berkomitmen memastikan layanan transportasi udara jelang Lebaran berjalan lancar, dengan harga tiket yang lebih terjangkau dan tidak menyisakan kerugian bagi masyarakat,” pungkasnya. (red)