
“Distribusi bantuan ini akan mencakup masjid-masjid, kampus-kampus, panti asuhan, dan daerah-daerah tertentu yang datang langsung ke Jakarta untuk mengambilnya. Tentu saja, Masjid Istiqlal juga akan menerima bantuan ini, sebagaimana setiap tahun,”mengutip penjelasan Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, di Jakarta Sabtu, (14/02/2026).
suarakalimantan.com; Jakarta | PEMERINTAH Kerajaan Arab Saudi setiap bulan Ramadhan (bulan puasa) melalui Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia selalu memberikan bantuan buah kurma, kembali menyalurkan bantuan kurma sebanyak 100 ton untuk masyarakat Muslim di Indonesia. Namun bantuan buah Kurma tersebut di pertanyakan oleh Aspihani Ideris, salah satu Ketua Pemuda Muslim Borneo (PM Borneo) Kalimantan Selatan, Kemana larinya bantuan Kurma setiap bulan Ramadhan itu? Apakah benar tepat sasaran?

“Benarkan Pernyataan Menteri Agama in? Yang bisa menjawab adalah pimpinan masjid, kampus atau pimpinan panti asuhan sebagaimana yang di sampaikan bapak Menag itu sendiri. Dulu saya sembilan tahunan menjabat sebagai Ketua Umum Masjid Agung Khairullah Sungai Lulut, namun tidak pernah mendapatkan bantuan Kurma dari pemerintah Indonesia, juga tidak pernah di beritahu untuk ngambil bantuan Kurma itu. jika pendistribusian bantuan buah Kurma tersebut tepat sasaran, Alhamdulillah“. ucap Aspihani Ideris saat di minta tanggapannya oleh awak media suarakalimantan.com, di saat berbuka puasa di Masjid Al Jihad Jl. Cempaka Besar No. 19 Banjarmasin, Jum’at (20/02/2026).
Menurut Ketua Pemuda Muslim Borneo ini, ia baru mendengar kalau bantuan Kurma 100 Ton setiap tahunnya dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk ummat muslim di Indonesia.
“Saya baru tahu dari anda sendiri, bahwa setiap bulan Ramadhan Kerajaan Arab Saudi memberikan bantuan Kurma untuk ummat muslim di Indonesia,
Ditegaskan dalam Hadits Nabi Muhammad SAW, memberi makan orang berbuka puasa pahalanya sangat besar, yakni setara dengan pahala orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.
“Sangat beruntung sekali orang yang dapat berpartisipasi membukakan orang yang berpuasa dan sangat merugi orang yang serba berkecukupan, namun tidak berkenan memberikan bantuan berbuka untuk orang muslim yang berpuasa,” tegasnya.
Mengutip pemberitaan media https://kemenag.go.id sendiri yang terbit Jum’at, 14 Februari 2026 | 12:42 WIB, bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdulah H. Amodi, dan diterima Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, di Jakarta.
“Hari ini, kita menerima bantuan luar biasa dari Kerajaan Arab Saudi berupa kurma untuk berbuka puasa bagi umat Islam di Indonesia. Bantuan kurma yang dikirim berjumlah 100 ton, dikemas dalam 4 kontainer, dengan masing-masing kontainer berisi 25 ton kurma,” ujar Menag, (14/2/2025).
Menag juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi atas kepeduliannya terhadap umat Islam di Indonesia.
“Mungkin bagi Arab Saudi, bantuan ini tidak begitu besar, tetapi bagi masyarakat Indonesia, ini sangat berarti. Banyak dari mereka yang bahkan belum pernah melihat batang pohon kurma atau buah kurma secara langsung. Namun, setiap tahun mereka menerima berton-ton kurma secara gratis dari Arab Saudi,” tambahnya.

Bantuan kurma ini akan didistribusikan ke berbagai masjid, kampus, panti asuhan, serta daerah-daerah tertentu di Indonesia. Masjid Istiqlal, sebagai masjid terbesar di Indonesia, juga akan menerima distribusi kurma seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Distribusi bantuan ini akan mencakup masjid-masjid, kampus-kampus, panti asuhan, dan daerah-daerah tertentu yang datang langsung ke Jakarta untuk mengambilnya. Tentu saja, Masjid Istiqlal juga akan menerima bantuan ini, sebagaimana setiap tahun,” jelasnya.
“Mungkin tidak semua provinsi bisa terjangkau karena adanya kendala transportasi, tetapi kami berharap masyarakat yang berhak menerima bisa proaktif dalam mengambilnya,” lanjutnya.
Menag berharap, umat Islam penerima bantuan di Indonesia dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya dan menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan serta meningkatkan ibadah.
“Saya berharap seluruh masyarakat Indonesia dapat berbuka puasa dengan kurma, sebagaimana disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Terkait jenis kurmanya, ada berbagai jenis yang diberikan, tetapi semuanya berkualitas baik,” terang Menag.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdulah H. Amodi menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk komitmen dan kepedulian Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud dan Pangeran Muhammad bin Salman terhadap umat Islam di seluruh dunia, khususnya di Indonesia.
“Bantuan ini merupakan salah satu komitmen Kerajaan Arab Saudi dalam peranannya di dunia Islam, melalui bantuan kemanusiaan seperti pembagian kurma ini untuk bulan Ramadan. Bantuan ini tidak hanya diberikan kepada negara-negara Islam, tetapi juga kepada negara-negara lain yang membutuhkan,” ungkap Dubes Faisal.
Dubes juga menegaskan bahwa Kerajaan Arab Saudi akan terus berperan dalam mendukung umat Islam, baik dalam hal bantuan kemanusiaan, pelayanan ibadah haji dan umrah, maupun dalam berbagai aspek keislaman lainnya.
“Kedutaan Arab Saudi, sesuai instruksi Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, senantiasa membuka diri dan membuka hati untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Indonesia, baik dalam bulan suci Ramadan, musim haji, maupun dalam aspek keislaman lainnya,” tutur Faisal. (TIM/redaksi suarakalimantan.com)