

SUAKA – BANJARBARU.Sidang mediasi pertama dalam perkara perdata Nomor 109/Pdt.G/2025/PN Bjb antara M. Hafidz Halim, S.H. sebagai penggugat melawan Wijono sebagai tergugat 1, Aspihani Ideris tergugat 2 dan Badrul Ain tergugat 3 hampir terjadi ricuh dan mengalami kegagalan.
Pasalnya di dalam sidang mediasi yang di hadiri oleh masing-masing Kuasa Hukum, penggugat, tergugat 2 dan tergugat 3, M. Hafidz Halim menyampaikan pendapatnya terlalu emosional walau di depan hakim mediasi, kuasa hukum dan tergugat yang hadir sempat melempar gumpalan kertas hingga mengenai muka tergugat 2 Aspihani Ideris, bahkan setelah itu penggugat mengajak tergugat 2 untuk adu otot, namun semua itu tidak di tanggapi tergugat 2, bahkan Aspihani sendiri menyikapi sikap arogan M Hafidz Halim sangat santai dan tidak memperlihatkan raut wajah yang marah ingin melayaninya. Hal demikian disampaikan langsung Nawarin, SH yang merupakan salah satu Kuasa Hukum Tergugat 1 dan Tergugat 2, kepada wartawan Rabu (05/11/2025) sesuai sidang mediasi.
“Ya benar, Halim sangat arogan saat mediasi tadi. Pak Aspihani tidak di beri kesempatan untuk bicara, bicara sedikit saja langsung di potong pembicaraannya,” kata Nawarin.
Dalam menyampaikan pendapatnya, Halim berbicara sangat keras dengan raut muka memerah hingga melempar gompalan kertas dan ngajak berkelahi dengan tergugat 2.
“Dasar sabar beliau!!! (Aspihani Ideris), di ajak berkelahi oleh Halim, sampai-sampai di lempar dengan gompalan kertas dan kena muka pak Aspihani,” ujarnya.
Dalam pernyataannya dalam mediasi itu, Halim menceritakan dirinya di saat masuk penjara hingga dia keluar dari penjara.
“Semua Advokat P3HI tidak ada perduli dengan saya saat masuk penjara, padahal saya terdepan membela P3HI, ini orangnya (sambil bertepuk dada) yang membela P3HI mati-matian saat P3HI di gugat orang,” ucap Nawarin menirukan perkataan M. Hafidz Halim dalam sidang mediasi tertutup itu.
Bahkan, lanjut Nawarin, Halim mengaku satu-satunya orang yang perduli dengannya hanya Badrul Ain, sehingga saat pertama kali kenal dengan Badrul Ain tahun 2023 di saat keluar dari penjara, dia mengangkat Badrul Ain sebagai ayah angkatnya.
“Di saat aku di penjara tidak ada yang perduli denganku, pas aku keluar dari penjara satu-satunya yang perduli kepada ku hanya Badrul Ain saja. Tahun 2023 itu lah aku pertama kali kenal dengan Badrul Ain,” ujar Nawarin seraya menirukan ucapan M Hafidz Halim.
Salah satu Kuasa Hukum tergugat 1 dan 2, Siti Wahidah, SH, mengatakan hal yang sama juga dengan pernyataan Nawarin, SH.
“Ya benar, Halim sangat arogan sekali, pak Aspihani sampai di lempar dengan gompalan kertas. Patalnya lagi di dalam persiapan mediasi, pak Aspihani di ajak berkelahi,” ucap Wahidah sesuai persidangan mediasi, Rabu (05/11/2025).
Halim pun mengakui, lanjut Wahidah, di saat mediasi, pertama kalinya kenal dengan Badrul Ain sejak dia keluar dari penjara tahun 2023.
“Semua pendengar ucapan Halim, karena saat itu dia bicara sangat keras, silakan saja tanya kawan-kawan yang menghadiri sidang mediasi ini,” kata Siti Wahidah dan di benar kan oleh Kuasa Hukum tergugat 1 dan 2 lainnya, Nawarin, Rizky Akbar dan Hermansyah.
Aspihani Ideris saat di minta komentarnya saat itu No Coment, hanya berucap sudah saya wakilkan ke pengacara saya, ucap Aspihani singkat. (Red-TIM)