Pangkalan Bun,-
Perjalanan yang di tempuh dari Kota Sukamara ke Kota Pangkalan Bun dengan menggunakan kendaraan roda dua cukup melelahkan ditengah sengatan matahari yang lebih panas dari biasanya.
Penginapan menjadi solusi tepat untuk beristirahat dan keperluan lainnya. Namun niat hati ingin beristirahat malah jadi masalah baru, air di penginapan Logos tidak kunjung mengalir dari sejak masuk pukul 15.15 sampai dengan pukul 19.05 wib, sejak masuk pelanggan sudah komplen dengan kondisi air kamar mandi yang tidak kunjung mengalir pada keperluan membersihkan badan karena perjalanan yang cukup melelahkan baik bekas debu jalanan dan juga sudah menjadi kebiasaan ketika dari berpergian keluar rumah pasti nya membersihkan diri.
Alhasil air kemasan berukuran 1,5 liter sebanyak dua botol habis untuk mencuci muka dan mencuci kaki karena memang bekas debu dan keringan tidak lah enak di rasa badan.
Yohanes pelanggan yang berencana menginap di penginapan Logos berulang mempertanyakan perihal air yang tidak kunjung mengalir namun kesan lempar sana dan sini terlihat jelas dan tidak ramah nya di bagian kasir yang ada di bagian bawah.
Puncaknya pukul 19.20 wib Yohanes selaku pengunjung mempertanyakan kembali persoalan air yang tidak kunjung mengalir hanya di jawab dengan sinis tunggu air nya penuh dulu pa dalam tong biasa nya baru mengalir ke kamar kamar.
Yohanes kepada awak media ini menceritakan bahwa penginapan kurang profesional dalam melayani pengunjung dengan fasilitas air yang tidak mengalir selama 3 atau 4 jam dari kedatangan kami sebagai pelanggan di penginapan Logos Kota Pangkalan Bun.
Bahkan pihak kasir menyarankan mandi di kamar bawah saja juga ada ini jawaban yang sangat tidak masuk di akal sehat kami.
“Bahkan miris nya tidak ada kompensasi sama sekali dari pihak pengurus penginapan Logos atas ketidak nyaman yang kami alami sekeluarga hari ini. Perlu perbaikan itu fasilitas air nya biar tidak ada lagi kejadian di kemudian hari. Ini bukan tentang uang yang tidak bisa kembali namun ini tentang buruk nya pelayanan dari pengelola penginapan Logos Pangkalan Bun. Kami di sini nginap ingat ya membayar bukan numpang atau gratisan. Pada akhirnya kami membatalkan menginap di penginapan Logos Kota Pangkalan Bun,” Pungkas Yohanes pada hari Sabtu (24/1/2025). (Eko)

