
🐎 Kisah Kuda Zuljanah, Saksi Setia Karbala Zuljanah adalah kuda kesayangan Sayyidina Husain bin Ali, cucu Rasulullah ﷺ. Kuda ini dikenal cerdas, setia, dan jinak, serta selalu menemani Husain dalam perjalanan dan pertempuran.
Pada hari 10 Muharram (Hari Asyura) di padang Karbala, ketika pasukan Yazid mengepung dan menyerang, Sayyidina Husain menaiki Zuljanah ke medan perang. Meski dikepung ribuan musuh, Husain tetap bertempur dengan keberanian dan kehormatan.
Zuljanah seakan memahami kondisi tuannya. Ia bergerak lincah, menghindari serangan, dan membawa Husain menembus kepungan. Banyak riwayat menyebutkan, Zuljanah tidak mau menginjak tubuh musuh yang telah jatuh, seolah menjaga adab dan kemuliaan tuannya.
⚔️ Saat Sayyidina Husain Gugur
Ketika tubuh Sayyidina Husain telah dipenuhi luka, panah dan pedang menancap dari segala arah, akhirnya beliau terjatuh dari Zuljanah ke tanah Karbala.
Zuljanah tidak lari. Ia berhenti, meringkik keras, dan berdiri di dekat jasad Husain.
Darah Sayyidina Husain membasahi tubuh Zuljanah.
Dengan langkah tertatih, Zuljanah kembali ke tenda keluarga Husain tanpa penunggang, tubuhnya berlumuran darah. Melihat itu, para wanita Ahlul Bait termasuk Sayyidah Zainab langsung menyadari bahwa Husain telah syahid.
Tangisan dan ratapan pun pecah.
😢 Kesetiaan yang Menggetarkan Hati
Diriwayatkan, Zuljanah terus berlari mengelilingi medan Karbala sambil meringkik, seolah mengadu kepada langit atas kezaliman yang terjadi.
Ada pula kisah yang menyebutkan Zuljanah menolak minum air setelah peristiwa itu, sebagai bentuk kesedihan atas tuannya yang wafat dalam keadaan haus.
🌹 Makna Kisah Zuljanah
Kisah Zuljanah bukan sekadar cerita tentang seekor kuda, tapi simbol:
Kesetiaan tanpa syarat
Kesedihan seluruh makhluk atas gugurnya cucu Rasulullah ﷺ
Bukti bahwa tragedi Karbala menggetarkan langit dan bumi
“Jika seekor hewan pun menangisi Husain, maka bagaimana dengan manusia yang beriman?”
Di terbitkan oleh media online suarakalimantan.com