
Inilah Percakapan Umar bin Khattab dengan Rasulullah ﷺ tentang 70.000 Orang Masuk Surga Tanpa Hisab
Pada suatu hari, Rasulullah ﷺ duduk bersama para sahabatnya. Wajah beliau tenang, namun cahaya wahyu tampak jelas dalam setiap kata yang keluar dari lisannya. Saat itu, beliau ﷺ menyampaikan kabar yang membuat para sahabat terdiam, hati mereka bergetar antara harap dan takut.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Akan masuk surga dari umatku tujuh puluh ribu orang tanpa hisab dan tanpa azab.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Mendengar sabda ini, para sahabat saling memandang. Angka itu terasa begitu besar, namun sekaligus terasa begitu jauh. Siapa mereka? Amalan apa yang mereka lakukan hingga mendapat kemuliaan sebesar itu?
Di antara para sahabat, Umar bin Khattab رضي الله عنه bangkit. Dengan adab yang tinggi dan suara penuh kehormatan, beliau bertanya:
> “Wahai Rasulullah, siapakah mereka?”
Rasulullah ﷺ menatap Umar dengan pandangan penuh kasih. Lalu beliau bersabda dengan suara yang tenang namun menghunjam ke hati:
> “Mereka adalah orang-orang yang tidak meminta diruqyah, tidak melakukan tathayyur (merasa sial), tidak berobat dengan kay (besi panas), dan mereka bertawakkal sepenuhnya kepada Rabb mereka.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Mendengar jawaban itu, Umar terdiam. Dadanya terasa sesak, bukan karena takut, tetapi karena keindahan makna tawakkal yang begitu tinggi. Ia sadar, masuk surga tanpa hisab bukanlah tentang banyaknya amal lahiriah, tetapi tentang keutuhan tauhid dan ketergantungan hati hanya kepada Allah.
Umar lalu berkata dengan suara yang lirih namun penuh keteguhan:
> “Wahai Rasulullah, alangkah beruntungnya mereka…”
Namun Rasulullah ﷺ melanjutkan, seakan membuka tabir harapan yang lebih luas bagi umatnya:
> “Aku memohon kepada Rabb-ku agar Dia menambah jumlah mereka.”
Para sahabat terkejut. Umar pun terangkat kepalanya. Betapa luasnya rahmat Allah. Betapa besar kasih Rasulullah ﷺ kepada umatnya.
Dalam riwayat lain disebutkan, setiap satu dari 70.000 itu akan membawa 70.000 lagi, tanpa hisab dan tanpa azab.
Umar bin Khattab menundukkan kepalanya. Air matanya hampir jatuh. Ia memahami satu hal besar hari itu:
> Surga tanpa hisab bukan untuk orang yang merasa aman, tetapi untuk orang yang menyerahkan seluruh hidupnya kepada Allah.
> Bukan untuk yang merasa paling kuat, tetapi untuk yang paling berserah.
Sejak hari itu, Umar dikenal sebagai pribadi yang:
• Sangat kuat imannya
• Sangat keras terhadap kebatilan
• Namun hatinya lembut dalam tawakkal kepada Allah
Dan umat ini pun diajarkan satu pelajaran besar:
• Jika engkau ingin surga tanpa hisab, bersihkan tauhidmu.
• Jika engkau ingin rahmat Allah, gantungkan hatimu hanya kepada-Nya.
• Jika engkau ingin dekat dengan Rasulullah ﷺ di akhirat, belajarlah percaya penuh kepada Rabb-mu di dunia.
—
Doa
Ya Allah, Ya Rabbi….
Jadikan kami termasuk hamba-Mu yang bertawakkal, yang hatinya tidak bergantung pada makhluk, yang langkahnya hanya berharap pada-Mu, dan yang kelak dipanggil masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab.🤲🤲🤲🤲🏻
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.
Penerbit media online: suarakalimantan.com