
Sumba Barat Daya, suarakalimantan.com – Korban tindak kekerasan sudah melapor di Kepolisian Resor (Polres) Sumba Barat Daya, namun kawanan si pelaku pengeroyokan tidak ditahan.
“Sampai saat ini mereka masih bebas berkeliaran pak,” ucap Lukas Lende Duru.
Lukas Lende Duru, merupakan korban pengeroyokan yang sampai saat ini mencari keadilan, sudah sepekan kasus penganiayaan terhadapnya tidak berjalan sesuai harapan kemudian korban mendatangi Kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) Lembaga Bantuan Hukum Sumba (LBHS).
Saat berada di LBHS korban menceritakan kronologis kejadian kepada media ini Kamis, (11/3/2021)
Lukas mengatakan, Sekitar pukul 15:00 witta, Pada hari Kamis tanggal 4 Maret 2021. Ia bersama dengan salah satu anggota BPD Desa Raba Ege Kecamatan Wewewa Barat Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Berawal dari kegiatan pendataan warga masyarakat Desa Raba Ege untuk mengantar angket dari Kepolisian Resor (Polres) Sumba Barat Daya guna mendata masyarakat penerima bantuan dana desa.
“Pulang dari pendataan, saya mampir di rumah saudari perempuan untuk istirahat sejenak dan setelah itu saya lanjut pulang ke rumah,” kata Lukas.
Dalam perjalanan pulang ke rumah ia bertemu dengan pamannya, beserta sepupunya, lalu mereka dibonceng oleh korban.
“Kurang lebih 100 meter tiba – tiba saya langsung dihadang oleh Daniel Mali Dunga di tengah jalan. Selanjutnya tiba-tiba Lukas Lende Bali langsung datang dan berdiri didepan motor saya dan bertanya kamu data apa? dengan nada keras.
Saya belum sempat jawab, langsung ditonjok oleh Lukas Lende Bali dibagian mata kanan saya dan saya langsung rasa pusing serta berkunang – kunang,” tuturnya.
Sambungnya, “setelah itu Lukas Lende Bali ambil parang dari pinggang saya dan Daniel Mali Dunga tonjok saya dibagian mulut. Karena sudah rasa sakit dan kunang – kunang saya langsung terjatuh dari motor saya juga jatuh.
Saat itu juga mereka ambil angket didalam baju saya serta HP dari saku celana saya sambil mereka injak – injak saya.
Saya lihat Jepri juga ikut injak – injak saya, dan saya berusaha untuk bangun berdiri dan Saya melihat Daniel Mali Dunga mengayunkan parang ke arah saya. Karena saya takut terbunuh maka saya langsung lari dari antara mereka menuju rumah,” ujar Lukas.
Tak lama setelah sampai di rumah kediaman korban langsung melaporkan kejadian tindak penganiayaan tersebut ke Polres Sumba Barat Daya, Namun sampai saat ini kawanan pelaku masih bebes berkeliaran. (Eman)
Editor : barlis