BATULICIN, suarakalimantan.com – Pasangan suami istri (pasutri) merasa tertipu oleh agen arisan online yang beralamat di Desa Gunung Antasari Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu.
Samsudin kepada media ini Sabtu, (6/3/2021) mengaku diiming-imingi uang arisan secara terjadwal, tanpa mengikuti kocokan, diawal ia bekerjasama lancar, tapi setelah beberapa kali transaksi akhirnya molor hingga dia merasa ditipu.
“Jual arisan orang berupa barang atau uang, misalkan dapatnya ditanggal 1 dijualnya dipertangahan kita manukari (membeli), pas diawalnya seperti 1juta, 2 juta sampai 4,5 juta lancar, tetapi setelah dapat kurang lebih 6,5 juta sudah mulai molor,” ungkap Samsudin yang sehari harinya bekerja sebagai satpam.
Sambungnya, akhir – akhir ini sudah kurang lebih sekitar dua bulan belum juga cair, hanya diberikan janji – janji belaka.
“Iya itu dusta terus dari minta waktu, 1 minggu, 2 minggu hingga saya kasih waktu 1 bulan, sekalinya tak kunjung cair juga,” tukasnya.
Sementara itu, Susi Susanti (27) agen arisan online yang dihubungi media ini melalui pesan whatsApp membenarkan perihal jual beli arisan, tapi menurutnya dia akan bertanggung jawab.
“Bukun hutang, tapi jual beli arisan, karna ulun (saya) kena masalah hutang gali lobang tutup lobang jadi uang nya sandat (terhenti red) mau ga’mau ulun harus ganti,” ujar Santi panggilan sehari harinya.
Ia membantah kalau dibilang sudah menipu, menurutnya dia sudah ada transfer.
“Seadaya nya ulun mau nipu, ga’ bakalan bayar cicil sama dia kemaren ulun sudah transfer Rp 500 ribu,” katanya.
Saat berita ini dirilis belum ada kepastian cair, bahkan saat dikunjungi dikediamannya. Diperoleh informasi saat ini dia berada dikota Palangkaraya. (bar)