
PELAIHARI, suarakalimantan.com – Langka dan mahalnya harga gas elpiji subsidi ukuran 3 Kg atau yang trend disebut melon, tak ngaruh bagi Pak Jum seorang pedagang makanan khas Jawa tengah dikawasan kota Pelaihari.
Ia tak ambil pusing dengan susahnya mencari gas elpiji 3 Kg, pasalnya sudah hampir 8 tahun dia mengaku menggunakan bahan bakar yang terbuat dari kayu arang (bara kayu).
“Saya sudah hampir 8 tahun berjualan menggunakan arang, dalam sehari dari pagi sampai malam menghabiskan sekitar Rp 25 ribu buat beli kayu arang,” ungkap Jum pada media ini Senin, (15/2/2021)
Memasak menggunakan kayu arang selain mempengaruhi citra rasa juga masaknya lebih merata, dan di samping itu ia sadar kalau gas elpiji ukuran 3 Kg bukan diperuntukan untuknya.
“Itu hanya untuk masyarakat miskin,” cetusnya,
Jadi,saat orang – orang pada ribut menyoal mahal nya gas melon ia santai saja, selama masih ada yang jual arang, imbuh pak Jum penjualan Bakmi khas Jogya yang beralamat di Jalan H.Soeparman atau tepatnya disamping kolam renang gagas Pelaihari.
Sementata, Nana pelanggan tetap Jum merasa nyaman menikmati hidangan bakmi goreng ala Jum.
Menurutnya, selain proses memasaknya masih alami yaitu menggunakan kayu arang, juga harga nya relatif terjangkau, pungkasnya. (Antho)