BANJARMASIN, SuaraKalimantan. com – Upaya meningkatkan wawasan serta kompetensi Profesi jurnalis, dengan “Tema Jurnalisme Digital dan Digital Competence”. Bank Indonesia mengadakan pelatihan Refreshment Kepada sejumlah Insan Pers, Media cetak, televisi, radio dan online. khususnya wartawan ekonomi di Kalimantan Selatan, bertempat Golden Tulip Hotel. Kamis (19/11/2020).
Kegiatan Pelatihan sebagai
Narasumber melalui Daring yaitu;
Kepala Perwakilan BI Prov.Kalsel,
Bapak. Amanlison Sembiring serta
Ketua Dewan Pers, Bapak
Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA.
Selain secara daring virtual juga hadir pemberi materi,
Ibu Annisa Elma Nabila
Asisten Analis Kelompok Perumusan KEKDA Wilayah & Provinsi.
Dan Bapak Aryo Wibowo T.P. Analis Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM, KI & Syariah.
Serta Bapak Fahruddin A.S & Rizki Rahmatullah.
Kasir Unit Pengelolaan Uang Rupiah (PUR).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Amanlison Sembiring
mengatakan, dengan adanya pelatihan ini membuka wawasan dan pengetahuan serta memperkuat kompetensi profesi
wartawan dalam pemanfaatan tekhnologi digital ini.” katanya.
Amanlison Sembiring selalu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel,
mengharapkan kegiatan ini dapat membantu peningkatan kapasitas jurnalis, khususnya wartawan ekonomi dalam membuat berita. Hingga para wartawan dapat berbagi berita dan informasi dengan tepat dalam berbagai platform sesuai dengan kemajuan jaman,” ujarnya saat membuka acara melalui daring.
Gelar kegiatan ini Bank Indonesia menghadirkan sebagai Nara Sumber adalah Profesor Dr Ir M Nuh DEA, Ketua Dewan Pers Indonesia, serta diikuti oleh 36 wartawan ekonomi di Kalimantan Selatan. Secara virtual.
Dalam kata sambutan Muhammad Nuh. Menurutnya, wartawan setiap hari melakukan perubahan kebaharuan (novety), berita (news) serta kepenasaran. Sehingga menjadi news terbaru dan terbaharukan.
“Semangat Jiwa wartawan adalah pembelajaran, jurnalis harus mempunyai digital tekhnologi, sehingga mempunyai platform yang sama dengan berbasis tekhnologi digital jurnalisme,” tuturnya.
Ia paparkan berangkat dari digital kompetensi sehingga media bisa memberikan kritik, masukan serta informasi yang kridibel. Setiap pemberitaan harus berdasarkan data.”paparnya.
Kemudian Muhammad Nuh menjelaskan, tentang kualitas kemerdekaan pers yang merupakan unsur dari kompetensi dan integritas serta perlindungan ditambah kesejahteraan. Kemudian Pers harus tetap berperan sebagai kontrol sosial berbasis Information Credibility.” jelas Profesor Dr Ir M Nuh DEA, Ketua Dewan Pers Indonesia.(h@tim/sk)