Untuk Update kondisi kelistrikan Kalselteng, dapat kami sampaikan informasi sebagai berikut :
SUAKA – KALSEL. Pada saat kami melakukan pemulihan sistem kelistrikan akibat gangguan transmisi 150 kV yang terjadi pada pukul 14.31 Wita (31/8), pada pukul 20.30 Wita (31/8) semua Gardu Induk kami sudah pulih dan dalam kondisi sudah bertegangan. Proses selanjutnya adalah secara bertahap memasukkan suplai daya listrik dari beberapa mesin pembangkit kami. Termasuk PLTU Asam-Asam yang rencananya masuk sistem pada pukul 22.00 Wita (31/8), ujar Humas PLN Wilayah Kalselteng.
Namun sekitar pukul 20.54 Wita mendadak sistem kelistrikan kami mengalami down. Tegangan di semua Gardu Induk hilang. Indikasinya adalah terjadi gangguan transmisi 150 kV di zona lokasi yang hampir sama dengan gangguan yang terjadi pada pukul 14.31 Wita. Akibatnya suplai listrik dari pembangkit kembali lepas dari sistem. Padahal PLTU Asam-Asam sudah masuk tahap akhir start dan siap sinkron ke sistem sesuai rencana awal yakni pukul 22.00 Wita (31/8).
Akibat kejadian tersebut, kami harus kembali mengulang tahapan proses membangun sistem kelistrikan secara bertahap. Kami juga harus melakukan pengecekan peralatan pembangkit dan Gardu Induk agar tetap sesuai parameter keamanan.
Sistem kembali dibangun per zona wilayah. Masing-masing Gardu Induk kembali dilakukan inspeksi dan secara bertahap mengalirkan tegangan. Sehingga prosesnya pun memerlukan waktu lama. Selain itu PLTU Asam-Asam yang gagal masuk sistem harus mengulang kembali proses start mesin. (dimana proses start mesin PLTU memerlukan tahapan yang cukup banyak).
Karena posisi suplai daya dari pembangkit belum semuanya dapat tersalurkan melalui transmisi sehingga terdapat beberapa wilayah yang masih mengalami padam.
Hari ini, Jumat (1/9) pada pukul 07.16 Wita, setelah melalui tahapan proses start, Alhamdulillah PLTU Asam-Asam Unit 4 dapat sinkron ke sistem. Selanjutnya bertahap akan dilakukan start PLTU Asam-Asam Unit 3 dan apabila berjalan lancar akan sinkron ke sistem pada pukul 14.00 Wita siang ini, jelas Humas PLN Wilayah Kalimantan Selatan – Kalimantan Tengah yang beredar di beberapa GROUP WhatsApp, Jum’at 1 September 2017.
Namun juga di beberapa GROUP WA diantaranya GROUP WA SUARA KALIMANTAN, GROUP WA GAMBUT RAYA, GROUP WA IWO KALSEL, GROUP WA LEKEM KALIMANTAN dan dibeberapa group WhatsApp lainnya menyebutkan, banyak dampak akibat padamnya listrik sejak malam hari Raya Idul Adha hingga sekarang.
Amperansyah menyebutkan dalam Group SUARA KALIMANTAN “Akibat padam lampu td mlm, d desa pulau sari (plasma) terjadi kebakaran & membawa korban pasutri, an Pa Sahidi (Pensiunan PNS Pertanian Bjb)”.
Ijin melaporkan pada jum’at dini hari tgl.1 sept 17 pada jam.03.00 wita.
Terjadi kebakaran di desa plasma RT.10 pulau sari kecamatan tambang ulang tanah laut, mengakibatkan korban 2 orang terbakar suami istri.
Identitas korban sementara :
1.
Nama : Sochibi Alqadir Jk : Laki-laki
Umur : 65 th
Alamat : Desa.plasma RT.10 pulau sari
2.
Nama : Rasuty
Jk : Perempuan
Umur : 60th
Alamat : Desa.plasma rt.10 Pulau Sari
Kec : Tambang Ulang
Kab : Tanag Laut KAL-SEL
kondisi : meninggal dunia.
Demikian disampaikan H. Amperansyah, S.Km, MS jam 11.36 AM, Jum’at (1/9).
Banyak tanggapan dari GROUP WA SUARA KALIMANTAN, diantaranya tanggapan Aspul Anwar, “Kiyau / suruh si pimpnan Utuh PLN ny malihati si korban trsbt….jgn hny bs ngocol d media ja. Mhn maaf pmdman.” Tulis Aspul Anwar di dalam Group SUARA KALIMANTAN.
Pambakal Desa Lok Buntar Kecamatan Sungai Tabuk juga menyebutkan dalam WA nya ,”Mana lmpu mati wdah kmi mulai hr smlam. Wdah kmi mulai jam 2 kmren smpai hbis sholat ied. Nyala stumat, mati lg. Pas hdk jum,atan hnyar nyala lg. Timbul rusak tv kmi d rmh. Suaranya ja yg ada. Gmbarnya ide lalu…” ujarnya menyebutkan dalam SMS WAnya Jum’at (1/9).
Ada lagi tanggapan dari yang lainnya, Stock daging sapi, iwan, ayam pakai makan buhan santri di Ponpes Al Ihsan Bjm dan Bentok rusak dan bebau. Maka itu nukarnya larang dari duit sumbangan ummat…, sebut Eko Purwanto didalam GROUP WA SUARA KALIMANTAN jam 2.34 PM, Jum’at 1 September 2017.
Kalau kita tulis di media ini terlalu banyak dampak negatif akibat padamnya listrik di wilayah Kalsel ini. Yang perlu kita pertanyakan apakah pihak PT PLN Wilayah Kalsel dan Kalteng bisa bertanggungjawab?… Mungkin PLN sendiri pun tidak menghendaki adanya pemadaman ini. Namun dari itu pihak managemen media suarakalimantan.com berharap pihak PLN bisa mengantisipasi nya agar jangan sampai listrik padam terlalu lama. Apalagi ini bertepatan dengan hari lebaran, hari rayanya ummat islam, hari Raya Idul Adha atau disebut dengan hari Raya kurban. ****